Sabtu, 4 Mei 2024

BI Bali Temukan Ribuan Lembar Uang Palsu di Denpasar

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Uang palsu. Foto: Antara

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mencatat Kota Denpasar paling banyak ditemukan uang palsu, dan selama Januari hingga September 2016 mencapai 3.454 lembar atau 79 persen dari total temuan.

Suarpika Bimantoro, Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, di Desa Kemenuh, Kabupaten Gianyar, Sabtu (15/10/2016), menjelaskan bahwa hingga September 2016 jumlah pelaporan uang palsu mencapai 4.372 lembar.

Menurut dia, setelah Denpasar, penemuan uang palsu terbanyak kedua dilaporkan di Kabupaten Badung sebanyak 216 lembar (4,9%) dan disusul Kabupaten Buleleng sebanyak 199 lembar (4,5%), Tabanan sebanyak 184 lembar (4,2%) dan Jembrana sebanyak 202 lembar (4,6%).

Dia memaparkan dari jumlah temuan tahun ini ada 3.460 lembar merupakan pecahan Rp100.000, kemudian 844 lembar pecahan Rp50.000, lantas 62 lembar uang Rp20.000, dan dua lembar Rp10.000, serta empat lembar pecahan Rp5.000.

Karakteristik penemuan uang palsu, menurut dia, lebih banyak dilaporkan saat awal tahun terlihat dari jumlah laporan pada Agustus-September yang lebih sedikit dibandingkan Januari-Februari.

BI Bali mencatat bulan Agustus ditemukan 286 lembar dan September 336 lembar, sedangkan Januari ada 635 lembar, kemudian Februari ditemukan 584 lembar dan Maret sebanyak 715 lembar.

Causa Iman Karana, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, menyatakan bahwa temuan itu menandakan bahwa saat ini masyarakat sudah semakin banyak yang memahami ciri uang asli karena BI intensif melakukan sosialisasi.

“Peningkatan temuan uang palsu bisa diartikan juga masyarakat semakin pintar mengenali uang asli. Kami secara konsiten menggelar sosialisasi dan edukasi,” katanya, seperti dilansir Antara.

Membedakan uang asli dan uang palsu tersebut dapat dilakukan dengan 3D (dilihat, diraba, diterawang) menggunkan alat bantu ultraviolet atau kaca pembesar dan bisa juga dibawa ke BI untuk mengetahui keasliannya.

Selain itu, ia menyatakan bahwa koordinasi juga ditingkatkan dengan Badan Koordinasi Pemberantas Rupiah Palsu (Botasupal) yang bertanggung jawab langsung ke Presiden RI sesuai Keputusan Presiden (Keppres) nomor 123 tahun 2012.

BI juga mencatat selama 2015 ditemukan/dilaporkan uang palsu di Pulau Dewata sebanyak 4.744 lembar.(ant/iss/fik)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Massa Hari Buruh Berkumpul di Frontage Ahmad Yani

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Surabaya
Sabtu, 4 Mei 2024
28o
Kurs