Selasa, 7 Desember 2021

Eksperimen Ilmiah Siswa-siswa Indonesia Melesat Sampai di Ruang Angkasa

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Ilustrasi

Rocket Atlas 5 dengan membawa Cygnus cargo freighter melesat ke angkasa dari Cape Canaveral, Florida menuju orbit pada ketinggian sekitar 400 km (low earth orbit), Rabu (23/3/2016) pukul 11:05 WIB. Cygnus cargo freighter tersebut membawa 2 perangkat eksperimen ilmiah yang disiapkan oleh siswa-siswa Indonesia.

Berdasarkan release yang diterima suarasurabaya.net, eksperimen yang pertama disiapkan oleh satu team siswa SMA Unggul Del di Laguboti, Sumatera Utara untuk mempelajari pertumbuhan ragi (yeast) di luar angkasa dalam kondisi near-zero gravity. Ini merupakan eksperimen pendahuluan sebelum meluncurkan eksperimen berikutnya untuk mempelajari how to grow tempe in space.

Eksperimen kedua disiapkan oleh team siswa gabungan dari beberapa SMA di Jakarta dan Bandung untuk mempelajari pertumbuhan padi di luar angkasa (how to grow rice in space, red).

Kedua kelompok siswa ini menyiapkan perangkat eksperimen dalam bentuk micro-lab tersebut selama 6 bulan terakhir dan bulan Januari berhasil lolos flight-test NASA yang sangat ketat dan boleh diluncurkan ke International Space Station (ISS) dengan ditumpangkan pada Cygnus cargo freighter.

Dalam hitungan menit, rocket Atlas akan menggendong Cygnus menuju orbit ISS. Setelah itu perlu beberapa hari untuk mengarahkan Cygnus sampai tiba docking/rendezvous tepat dengan ISS. Para astronot yang sedang tinggal di ISS akan memindahkan perangkat eksperimen tersebut ke Nanoracks, suatu fasilitas penelitian di US National Lab di dalam ISS. Stasiun angkasa luar ISS ini jika diletakkan di Bumi, bentangannya

menutupi seluas lapangan sepak bola. ISS yang mengorbit dengan kecepatan 8 km/detik dan mengitari Bumi 15-16 kali dalam 24 jam ini dihuni oleh beberapa astronot yang berasal dari beberapa negara yang tinggal bergantian selama beberapa bulan.

Perangkat micro-lab yang dirancang oleh para siswa SMA tersebut dilengkapi dengan kamera digital dan perangkat micro-controller sehingga pertumbuhan ragi dan padi dalam selama eksperimen berlangsung dapat diamati dari Bumi atau di manapun tempat asal terhubung dengan Internet dengan mengunduh foto-foto dari micro-lab yang dipancarkan dari ISS ke Bumi.

Beberapa hari dari sekarang, para siswa di Laguboti dan di Jakarta/Bandung tersebut akan mulai mengamati dan mencatat eksperimen mereka. Para siswa SMA Indonesia tersebut sudah mendapat undangan untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka di Annual Conference of the American Society for Gravitational and Space Research di Washington DC dalam bulan November 2016.

Sementara itu, Anis Baswedan Mendikbud sempat melakukan teleconference dengan siswa-siswa Indonesia tersebut pada Rabu (23/3/2016) pukul 12.00 WIB. Pada umumnya, para siswa menyatakan merasa bangga dengan hasil penelitiannya dapat masuk ke ruang angkasa.

Ketika ditanya Mendikbud, apa cita-cita para siswa tersebut, mereka ada yang menjawab engineering, sarjana kimia bahkan astronot pertama Indonesia. Namun mereka mengaku memilik masalah terkait ketidakmampuan dalam hal biaya untuk meraih cita-citanya.

Selain itu, para siswa tersebut menceritakan kesulitan mereka saat melakukan penelitian. Sebagian besar bahan-bahan untuk penelitian hanya bisa dibeli di Jerman namun mereka terkendala ongkos dan pajak yang lebih mahal dibanding bahan-bahan yang dibutuhkan. Sedangkan perangkat yang bisa dibeli di Indonesia hanya kabelnya saja.

Para siswa dengan bangga mengatakan, ingin menimba ilmu di luar negeri dan setelah lulus nanti ingin mengabdikan diri untuk bangsa Indonesia. (dwi/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
26o
Kurs