Jumat, 20 Mei 2022

Penyeduh Kopi Wajib Punya Taste, Agar Kopi Makin Nikmat

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Penyeduh kopi wajib punya keterampilan mengenali karakter kopi, agar secangkir kopi jadi lebih nikmat. Foto: Totok/Dok. suarasurabaya.net

Bagi profesi penyeduh kopi atau barista wajib punya keterampilan merasakan setiap varian kopi, agar secangkir kopi yang dihasilkan sesuai keinginan dan memuaskan penikmatnya.

Tangan terampil Mot, menuangkan air panas dari teko stainles keatas kertas filter dripper yang didalamnya sudah ada bubuk kopi. Perlahan, melingkar diatas bagian kertas filter yang dipenuhi bubuk kopi tersebut.

Lalu berhenti. Dibagian atas bubuk kopi terlihat busa-busa tipis berwarna putih. Sekali lagi, Mot penyeduh kopi dari kedai Coffee Talks Surabaya itu menuangkan air panas dari teko, dengan gerakan seperti sebelumnya. Perlahan dan melingkar.

“Busa putih itu memang harus dikeluarkan dari dalam kopi. Karena itu, proses purring ini dilakukan dengan jedah. Berhenti sebentar setelah dituangkan air panas, agar busa kopi yang dapat memicu perut kembung dan mual itu, menguap. Trus air panas dituang lagi,” terang Mot.

Menggunakan tehnik purring, sang barista yang kedainya memang hadir pada Festival Kopi Jawa Timur 2017 di halaman Taman Budaya Jawa Timur itu mempraktekkan tehnik sederhana meracik atau menyeduh kopi didepan para penikmat kopi.

“Hidangkan. Sederhana kok. Yang penting memang harus memahami karakter dan varian dari masing-masing kopi supaya setelah diseduh kopi akan terasa nikmat sesuai dengan karakter dan jenis kopi masing-masing. Tiap kopi karakter dan perlakuannya berbeda,” tambah Mot yang punya nama lengkap Mohammad Oni Triyono ini.

Senada dengan itu Agus Sam pegiat kopi yang juga owner kedai coffe talks surabaya, menambahkan bahwa setiap kopi memang punya rasa yang tidak sama dan butuh perlakuan khusus agar mampu memberikan kepuasan bagi penikmatnya.

“Peran penyeduh memang penting. Keterampilan memperlakukan setiap varian kopi juga penting dipelajari. Kopi Bromo Tengger milik kami ini punya sentuhan rempah-rempahan, dan itu berbeda dengan jenis kopi lainnya,” tegas Agus Sam.

Kopi Bromo Tengger adalah satu diantara varian khas yang dimiliki kedai coffee talks surabaya, sentuhan aroma rempah-rampahan akan semakin terasa jika proses penyeduhan berlangsung dengan tepat. “Penyeduh memang harus terampil dalam proses penyeduhan agar kopi nikmat. Itu wajib,” pungkas Agus Sam.

Sementara itu, Festival Kopi Jawa Timur gelaran Dewan Kesenian Jawa Timur yang sudah digelar sejak Senin (24/7/2017) akan berakhir pada Selasa (25/7/2017) di halaman Taman Budaya Jawa Timur.(tok)

Berita Terkait

Surabaya
Jumat, 20 Mei 2022
31o
Kurs