Minggu, 25 Februari 2024

Pembacokan di Dinoyo Surabaya Diduga Motif Perselingkuhan, Ini Identitas Korban

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
AKBP Sudamiran Kasatreskrim Polrestabes Surabaya saat di lokasi kejadian pembacokan di Dinoyo. Foto: Anggi suarasurabaya.net

Peristiwa pembacokan terjadi di kawasan Dinoyo Surabaya, sekitar pukul 20.20 WIB, Senin (29/10/2018) dugaan awal karena motif perselingkuhan atau cemburu buta. AKBP Sudamiran Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, dua orang menjadi korban atas peristiwa tersebut.

Korban adalah Agung Wahyudi (36) laki-laki warga Bulak Banteng Kenjeran Surabaya yang meninggal dunia akibat luka bacok. Sementara korban lainnya adalah Mohaiyah (35) warga Bangkalan mengalami luka di bagian kepala dan saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

“Kami telah melaksanakan olah TKP, dilaporkan ada yang meninggal dunua satu orang yaitu laki-laki dan satu perempuan mengalami luka. Kami masih menyelidiki kasus ini,” kata Sudamiran, saat ditemui suarasurabaya.net di lokasi.

Sudamiran mengatakan, saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang membawa celurit. Sebab pelaku langsung melarikan diri. Saat ini, polisi juga telah membawa dua hingga tiga orang saksi ke Polsek Tegalsari untuk dimintai keterangan.


Bekas darah yang sudah ditutupi tempat kejadian pembacokan di kawasan Dinoyo, Surabaya. Foto: Anggi suarasurabaya.net

Terkait kronologi, Nur Rohim pemilik warung mengatakan, awalnya korban pria pergi ke warung kopi di kawasan Mojopahit dan bertemu dengan korban perempuan di sana. Di sisi lain, pelaku berhelm putih sudah menunggunya tak jauh dari warung sambil membawa anak kecil.

Pelaku menurunkan anak itu di sebuah pohon, lalu pelaku menghampiri korban dan langsung membacoknya. Korban sempat berusaha melarikan diri dan dikejar oleh pelaku hingga ke Jalan Doho. Kemudian korban balik lagi ke Jalan Mojopahit dengan kondisi luka di punggungnya.

Lalu lari lagi ke Jalan Dinoyo dan sempat terjadi kejar-kejaran. Pembacokan itu berakhir di depan Universitas Katolik Widya Mandala, saat korban berusaha melompat taman dan terjatuh. Korban perempuan yang berusaha melerainya juga ikut dibacok oleh pelaku.

“Awalnya korban laki-laki ngopi di warung istri saya. Kebetulan korban perempuannya adalah pegawai di warung kopi istri saya. Mereka berdua ketemuan. Lalu korban laki-laki ke motornya, langsung dipukul sama pelaku. Terus lari dan dibacok. Sempat kejar-kejaran sama pelaku. Setelah bacok, pelaku ngambil anaknya, lalu kabur. Pakai motor Mio merah pelakunya,” kata dia.

Akibat luka bacok di bagian leher, dagu, kepala, dan punggung, korban laki-laki itu meninggal dunia. Kasus ini masih diselidiki oleh polisi. (ang/ipg)

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Minggu, 25 Februari 2024
28o
Kurs