Sabtu, 20 Agustus 2022

INKA Memulai Pembangunan Pabrik Kereta Api Baru di Banyuwangi

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Imam Apriyanto Putro (tiga dari kiri) Sesmen BUMN dan Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi beserta pejabat BUMN lainnya di kegiatan peluncuran pabrik kereta api di Banyuwangi. Minggu (31/3/2019). Foto: Antara

Imam Apriyanto Putro Sekretaris Kementerian (Sesmen) BUMN, meluncurkan pembangunan pabrik industri kereta api terbesar di Indonesia di Desa Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (31/3/2019).

“Pasar ekspor PT Industri Kereta Api (INKA) kian terus berkembang, karena itu BUMN untuk pengembangan industri KA membangun pabrik baru lebih canggih di Banyuwangi,” katanya usai peluncuran Pabrik KA milik BUMN PT INKA di Banyuwangi.

Imam mengatakan, Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pembangunan pabrik baru INKA karena kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu memiliki pelabuhan ekspor, sehingga biaya pengiriman bisa ditekan.

Pabrik industri kereta api yang terletak di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro ini, menurutnya akan menerapkan teknologi terbaru hasil kolaborasi dengan Stadler Rail Group, Swiss. Stadler Rail Group adalah salah satu perusahaan kereta api terbesar dunia.

“Komitmen Banyuwangi dalam mendukung investasi juga menjadi pertimbangan,” katanya sebagaimana dikutip Antara.

Pabrik baru pembuatan kereta api PT INKA itu akan dibangun di lahan seluas 83 hektare dengan investasi mencapai Rp1,6 triliun. Industri KA ini difokuskan menggarap pasar ekspor ke Asia, Afrika, dan Australia.

“Pabrik baru ini dapat memproduksi hingga empat gerbong kereta per hari, dari sebelumnya pabrik INKA di Madiun hanya menghasilkan satu gerbong kereta per hari,” ujarnya.

Sementara itu, Budi Noviantoro Direktur Utama PT INKA menjelaskan, saat ini INKA menerima banyak pesanan kereta untuk ekspor. “Salah satunya Srilanka yang memesan 250 kereta dengan nilai USD 100 juta, belum lagi untuk memenuhi pesanan Bangladesh dan Filipina. Selain itu INKA juga menjajaki peluang pasar baru di Afrika, Australia, dan Taiwan,” katanya.

Dia menginginkan, pembangunan pabrik kereta api di Kabupaten Banyuwangi bisa segera tuntas. Budi menargetkan pembangunan pabrik KA baru itu bisa rampung pada 2020 mendatang dan sudah bisa mulai memproduksi kereta api untuk memenuhi pesanan.

Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi mengatakan, Banyuwangi menyambut INKA dalam kerangka pengembangan sektor pariwisata (tourism), perdagangan (trade), dan investasi (investment).

“TTI atau tourism, trade, investment ini kami padukan. Pariwisata, karena di industri ini juga ada Museum Kereta Api terbesar yang bakal jadi destinasi, dan penguatan trade karena ini ekspor, sehingga lewat INKA ini juga kami mengirim pesan tentang keuntungan berinvestasi di Banyuwangi yang memiliki pelabuhan laut dalam dan alami yang bisa disinggahi kapal besar,” ujar Anas.

Mengenai investasi (investment), kata dia, kehadiran INKA memperkuat Banyuwangi sebagai destinasi investasi yang prospektif. “Jadi antara pariwisata, ekspor dan investasi, tiga aspek kunci dalam pembangunan daerah, kami jadikan dalam satu tarikan nafas,” katanya.

Informasinya, INKA bakal merekrut sekitar 2.000 pekerja lokal dan sebagian bakal dikirim magang selama tiga bulan di Swiss sembari menunggu proses pembangunan pabrik.

Tidak hanya itu, PT INKA juga berkolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi membuka prodi jurusan perkerataapian di Politeknik Negeri Banyuwangi dan sejumlah SMK.(ant/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Sabtu, 20 Agustus 2022
24o
Kurs