Minggu, 17 Oktober 2021

20 Persen Sekolah di Sidoarjo Siap Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi. Simulasi sekolah tatap muka di SMPN 15 dan SMPN 3 Surabaya, Senin (3/8/2020). Foto : Istimewa

Sebanyak 20 persen sekolah yang ada di Kabupaten Sidoarjo siap mengadakan kembali sekolah tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Hudiono PJ Bupati Sidoarjo mengatakan, jika Sidoarjo sudah berstatus zona kuning, sekolah tatap muka akan diadakan dengan pembatasan jumlah siswa hanya 30 persen dari total kapasitas.

“Di Sidoarjo, 20 persen sekolah sudah siap (pengajaran tatap muka). Jadi memang mereka tidak semua dulu masuk, karena guru akan kelabakan kalau mereka masuk semua. Penting target-target kurikulum bisa dilakukan dengan tatap muka terbatas,” kata Hudiono kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (7/11/2020) pagi.

Hingga hari ini, Sidoarjo masih berstatus zona oranye meski tingkat kesembuhan sudah mencapai 99,24 persen. Menurutnya, ini dikarenakan masih adanya kasus kematian dan kasus baru yang bertambah meski melambat.

Ia menegaskan, Pemkab Sidoarjo masih terus berupaya agar Sidoarjo segera menjadi zona kuning, agar sekolah tatap muka bisa dilakukan.

“Sidoarjo wajib zona kuning dulu, karena di kecamatan-kecamatan jumlah kasus covid baru lumayan, tapi kewajiban (zona) kuning dulu baru sekolah dibuka,” ujarnya.

Menurutnya, pembukaan kembali sekolah sekaligus dapat menjadi pendidikan karakter tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan yang sebelumnya tidak biasa mereka lakukan di rumah.

“Maka ketika anak-anak masuk itu pas dalam pendidikan karakter, masuk cuci tangan. Di rumah kan tidak, tapi di sekolah wajib. Jaga jarak dengan temannya, memakai hand sanitizer. Itu semua kan sesuatu yang harus dibudayakan,” tambahnya.

Sementara ini, Hudino menyebut sudah ada sekolah yang menerapkan pengajaran tatap muka. Sekolah itu ada di Pulau Kepetingan.

Menurutnya, di pulau tersebut sangat sulit sinyal internet sehingga tidak memungkinkan untuk diadakan sekolah daring. Pembukaan sekolah di Kepetingan juga mempertimbangan 0 kasus Covid-19 di daerah tersebut. Jumlah siswanya pun juga sedikit, yakni hanya 40 orang.

Meski begitu, Hudiono menegaskan sekolah tetap dibuka dengan pembatasan jumlah siswa.

“Di Sidoarjo sudah ada sekolah tatap muka terbatas terutama di daerah terpencil seperti Kepetingan. Dari darat ke pulau itu satu jam perjalanan, sinyal saya cek nggak kuat disana,” ujarnya.

“Seminggu mereka masuk tiga kali, siswanya kebetulan cuma 40 dan saya koordinasi dengan kepala sekolah memang 0 pandemi, penduduknya tidak ada yang terjangkit Covid-19,” tambah Hudiono.

Ia mengatakan, banyak guru yang melaporkan desakan orang tua untuk segera menerapkan kembali sekolah tatap muka. Seperti di SD Kalitengah, sebanyak 85 persen orang tua menginginkan anak mereka segera bisa masuk sekolah.

Jika sekolah kembali dibuka, maka hanya akan ada 30 persen siswa yang ada di kelas dengan penjagaan yang ketat.

“Nanti kita gilir karena mereka (orang tua dan guru) mengkhawatirkan perilaku anak-anak yang harus diawasi super ketat. Jadi mereka siap dalam arti sarana dan pra sarana,” kata Hudiono. (tin/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Minggu, 17 Oktober 2021
29o
Kurs