Sabtu, 31 Oktober 2020

Ahli Kesehatan: Pemerintah Gegabah Umumkan Rencana Produksi Massal Vaksin Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi, vaksin Covid-19 atau virus corona. Foto: Reuters

Dokter Hermawan Saputra Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia menilai, pemerintah terlalu gegabah mengumumkan rencana produksi massal Vaksin Covid-19, awal tahun 2021.

Padahal, vaksin produksi Sinovac perusahaan biofarmasi asal China, masih proses uji klinis selama enam bulan ke depan.

Hermawan mengingatkan, perlu kehati-hatian dalam penyampaian informasi kepada publik. Karena ada potensi vaksin itu efektif, dan ada juga kemungkinan tidak efektif berdasarkan uji klinis.

Menurutnya, uji klinis seharusnya berlangsung senyap, tanpa publikasi berlebihan.

Di sisi lain, Dokter Hermawan mengapresiasi upaya pemerintah untuk menemukan vaksin, yang dilakukan para peneliti, mikrobiolog dan juga biomolekuler Indonesia.

Dia menegaskan, sudah seharusnya lembaga penelitian di berbagai universitas mendapat dukungan anggaran dan fasilitas.

“Kalau mengkomunikasikan sedang uji coba vaksin tidak masalah, dan itu bagus dalam konteks komunikasi publik. Tapi, yang menjadi masalah adalah mengumumkan akan memproduksi massal vaksin yang sedang tahap uji coba. Kalau ada pejabat pemerintah mengatakan awal tahun depan akan produksi vaksin, itu kegegabahan yang diulang-ulang,” ujarnya kepada suarasurabaya.net, Sabtu (25/7/2020).

Dokter Hermawan berharap, pejabat pemerintah mengambil contoh waktu Joko Widodo Presiden mengumumkan Avigan dan Klorokuin sebagai obat Covid-19.

“Ternyata, sekarang di lapangan obat-obatan itu tidak dipakai semua. Makanya para pakar klinis dan praktisi kesehatan menilai pengumuman itu terlalu gegabah,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Selasa (21/7/2020), pemerintah melalui Tim Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19, menyampaikan rencana uji klinis dan produksi Vaksin Covid-19.

Uji klinis tahap ketiga vaksin produksi Sinovac, melibatkan PT Bio Farma, Universitas Padjadjaran, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sebanyak 1620 orang dalam rentang usia 18 sampai 59 tahun yang tersebar di Bandung, Jawa Barat dan sekitarnya, akan menjadi sampel.

Proses uji klinis dijadwalkan selesai Januari 2020. Kalau hasilnya efektif, PT Bio Farma akan mulai memproduksi massal Vaksin Covid-19 pada kuartal pertama (April) 2021.

Perusahaan farmasi milik negara itu sudah menyiapkan fasilitas untuk memproduksi maksimal 250 juta dosis Vaksin Covid-19.(rid/tin/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Sabtu, 31 Oktober 2020
Kurs