Selasa, 24 November 2020

Anis Matta Dorong Perguruan Tinggi Jadikan Politik sebagai Industri Pemikiran

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Pada Jumat (4/9/2020), Anis Matta bertemu dua rektor perguruan tinggi terkenal di Kota Makassar, yakni Husain Syam Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Ambo Asse Rektor Universitas Muhamamdiyah (Unismuh) Makassar. Foto: Istimewa

Anis Matta Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melakukan safari politiknya di Kota Makassar usai menghadiri deklarasi pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi Masse (Danny-Fatma) di atas Kapal Phinisi di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/9/2020).

Pada Jumat (4/9/2020), Anis Matta bertemu dua rektor perguruan tinggi terkenal di Kota Makassar, yakni Husain Syam Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Ambo Asse Rektor Universitas Muhamamdiyah (Unismuh) Makassar.

Saat bertemu Rektor UNM yakniHusain Syam, Anis Matta berbicara mengenai perlunya Ilmuan dan akademisi terlibat dalam membangun sistem perpolitikan di Indonesia.

“Umumnya kita bicara politik itu ,pada proses dan pencapaiannya. Namun kita minim bicara pada produk politiknya, sehingga kita kadang kelihatan bingung setelah berkuasa,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2020).

Padahal menurut Anis, keduanya harus menjadi satu kesatuan desain perpolitikan di Indonesia. Oleh karena itu, Partai Gelora berpandangan untuk memperkuat pendidikan politik di Indonesia, harus menjadikan universitas sebagai mitra pemikiran strategis terhadap kebijakan pemerintah.

Contohnya dalam pandemi Covid-19, para ilmuwan (scientist) di perguruan tinggi saat ini tengah berlomba-lomba untuk menciptakan yang mendukung penanganan virus Corona (Covid-19, maupun vaksinnya yang masih terus dikembangkan dan dilakukan uji coba.

Kata dia, mestinya kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 itu, berbasis pada science dan perguruan tinggi sebagai mitranya dalam memutus mata rantai penyebaran Corona tidak semakin meluas.

“Adapun gerakan pertama Partai Gelora adalah melakukan revolusi pendidikan dengan menjadikan politik sebagai industri pemikiran, dimana universitas sebagai mitra berpikir,” jelas Anis Matta.

Sebab, platform politik saat ini sangat lemah dan hanya menjadi alat kekuasaan, akibatnya berpengaruh pada keseriusan pemerintah menangani Covid-19, terutama menurunkan kurva penyebaran dan kasus Corona agar segera melandai.

“Jika hal ini dibiarkan dan platform politiknya tidak diperkuat, maka sulit bangsa ini mengharap kemajuan masa depan bangsa,” kata dia.

Menanggapi hal ini, Husain Syam sependapat dengan Anis Matta. Ia menyampaikan terima kasih atas kesediaan Anis Matta berbagi pemikiran di UNM. “Kami siap diajak jadi teman berpikir,” kata Husain.

Sementara saat bertemu, Ambo Asse, Anis Matta memberikan apresiasi langkah Unismuh Makassar, karena telah menjalin kerjasama bidang pengembangan teknologi pertanian dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar.

“Ini langkah maju bagi Unismuh Makassar yang telah melakukan shifting (bergeser) ke dalam dunia teknologi dengan cara kolaborasi atau kemitraan dengan Pemda Takalar,” puji Anis Matta.

Kepada Anis Matta, Rektor Unismuh Makassar Itu menyatakan silaturrahim dengan tokoh nasional atau politik terkait kebangsaan.

“Iini silaturrahim yang penting terutama berbicara terkait dengan bangsa kita, tema kebangsaan. Pak Anis Matta, ini salah satu tokoh Muhammadiyah kategori tokoh umat dan tokoh bangsa,”kata Ambo Asse.(faz/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Selasa, 24 November 2020
35o
Kurs