Rabu, 12 Agustus 2020

Aparat Tak Mampu Menjangkau Semua Kampung Tangguh, Mahasiswa Dilibatkan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Emil Dardak Wagub Jatim saat menemui jajaran Rektorat Universitas Surabaya (Ubaya), Jumat (10/7/2020). Foto: Humas Pemprov Jatim

Pemprov Jawa Timur akan memperluas penerapan program “Satu Kampung Tangguh Satu Mahasiswa” dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur.

Program sinergis Pemprov Jatim dengan Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim ini mengacu pada arahan Muhadjir Effendy Menko PMK saat berkunjung ke Grahadi, Surabaya, Minggu (5/7/2020) lalu.

Program Satu Kampung Tangguh Satu Mahasiswa ini adalah bentuk kerja sama pentahelix penanganan Covid-19 bersama  PTN/PTS untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

“Konsepnya memang Satu Kampung Tangguh Satu Mahasiswa. Tapi sebenarnya bisa saja satu Kampung Tangguh lebih dari satu mahasiswa,” kata Emil Dardak Wakil Gubernur Jatim.

Sebagai langkah awal, Emil menemui jajaran Rektor Universitas Surabaya (Ubaya) di Gedung Perpustakan Ubaya, Jumat (10/7/2020), untuk menggali inovasi partisipasi kampus.

Dalam waktu dekat, kata Emil, Pemprov Jatim akan mensinergikan 50 mahasiswa kedokteran Ubaya yang sudah melakukan KKN di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Langkah ini bertujuan untuk lebih mengintegrasikan program yang sudah berjalan di Kampus Ubaya sendiri dalam bentuk nyata keterlibatan mahasiswa menangani Covid-19.

Peran mahasiswa di Jatim diperlukan karena faktanya, Emil mengakui, personil atau aparat keamanan tidak mampu menjangkau seluruh wilayah Kampung Tangguh atau RW yang ada.

“Maka jika satu Kampung Tangguh tidak ada support dari mahasiswa atau bahkan Pramuka, tentu ini akan memberatkan penanganan,” katanya.

Hanya saja, Pemprov Jatim saat ini memang belum akan memulai program ini dengan peresmian secara masif. Langkahnya lebih pada penajaman program-program yang telah berjalan di berbagai perguruan tinggi.

“Kami rancang sesederhana mungkin. Ini yang penting adalah empati dan pedulinya. Syukur-syukur ada elemen ilmu yang bisa linear,” ujarnya.(den/iss/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Radityo Jufriansah

Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Rabu, 12 Agustus 2020
26o
Kurs