Sabtu, 3 Desember 2022

Berawal dari Sopir Mobil Rental Terjangkit Covid-19, PT Sorini Masuk Klaster Surabaya

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Kohar Hari Santoso Ketua Gugus Tugas Covid-19 Jatim dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Selasa (12/5/2020). Foto: Humas Pemprov Jatim

Salah satu klaster di Surabaya hasil tracing Tim Gugus Tugas Covid-19 Jatim adalah Klaster PT Sorini. Klaster ke-IX di Surabaya yang masuk daftar 52 klaster di Jatim itu terdapat dua kasus penularan Covid-19.

Kohar Hari Santoso Ketua Gugus Tugas Covid-19 Jatim dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Selasa (12/5/2020) menjabarkan kronologi kasus yang tercatat sebagai klaster PT Sorini ini.

“Tadi sore (kemarin sore) datang dari manajer perusahaan yang kemarin ditayangkan (di berita) menyebutkan perusahaan itu. Kami sudah cocok-cocokan data,” ujar Kohar.

Berawal dari seorang sopir perusahaan mobil rental yang teridentifikasi positif Covid-19 setelah menjalani swab pada 22 Maret 2020 (kasus ke-31 di Surabaya).

Kohar menegaskan, dia memang bukan karyawan PT Sorini. Namun, berdasarkan hasil pelacakan, selama 14 hari sebelum dinyatakan positif Covid-19, sopir itu sempat menjemput bos perusahaan (PT Sorini) yang datang dari Jakarta.

“Dia intens mengantarkan bos itu tanpa alat pelindung diri (masker). Karena saat itu memang penggunaan masker belum seketat saat ini. Kemudian driver ini sakit. Setelah swab, ternyata dia dinyatakan positif Covid-19,” ujarnya.

Kohar mengatakan, timnya telah melacak 10 orang di lingkungan tempat sopir itu tinggal yang pernah kontak erat dengan dirinya. Setelah menjalani sejumlah pemeriksaan dan tes, 10 orang tersebut dipastikan negatif Covid-19.

“Bosnya, katanya juga sudah diperiksa. Katanya, negatif. Tapi pasien itu (sopir terjangkit Covid-19) sempat dirawat di (salah satu) rumah sakit. Nah, perawat di rumah sakit itu turut sakit (kasus ke-120 di Surabaya),” katanya.

Perusahaan Sudah Melakukan Screening

Setelah terungkapnya klaster PT Sorini itu, Kohar bilang, perusahaan itu melakukan rapid tes terhadap 459 orang karyawan. Termasuk orang yang bukan karyawan tapi turut bekerja di perusahaan itu.

“Tes itu dilakukan Mei ini. Dari total 459 orang itu, ada 65 orang yang dinyatakan reaktif (positif rapid test). Mereka lalu dilanjutkan dengan tes PCR,” kata Kohar di Grahadi Selasa (12/5/2020) malam.

Tes PCR juga dilakukan secara mandiri oleh perusahaan di salah satu rumah sakit di Surabaya yang menyediakan layanan itu. Hasilnya, 57 orang karyawan hasilnya negatif Covid-19.

“Nah, ada tujuh orang hasil PCR-nya belum keluar, karena ternyata mereka jalan sendiri, bukan termasuk yang terkoordinasi. Lalu ada satu lagi (orang) yang meloloskan diri, katanya pulang ke Cirebon,” ujarnya.

Kohar juga mengatakan, ada satu orang lagi yang dia bilang berkaitan dengan klaster ini, yakni warga Tulungagung yang sudah berstatus PDP mau masuk ke Surabaya tapi tertahan di check point Bundaran Cito.

“Mungkin ada yang ingat. Ada seorang yang melewati pintu check point kita di Cito, ternyata dia mau tes PCR. Akhirnya diputar balik dan mengisolasi diri di tulungagung. Monggo disimpulkan seperti apa,” ujarnya.

Bantahan Perusahaan

Ada dua PT Sorini yang beroperasi di Jawa Timur yang sama sekali tidak berkaitan dalam hal manajemen perusahaan. PT Sorini Towa Berlian Corporindo dan PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk.

Anang Nufriyanto HR Manajer sekaligus Ketua Tim Manejemen Krisis PT Sorini Towa Berlian Corporindo memastikan, apa yang dijelaskan Kohar tentang klaster PT Sorini tidak terjadi di perusahaannya.

“Seperti yang saya jelaskan kemarin dengan detail. Tidak ada kasus seperti itu. Saya sebagai manajer di PT Sorini Towa Berlian Corporindo tidak pernah bertemu dengan team gugus tugas,” ujarnya, Rabu (13/5/2020).

Dia menegaskan bahwa operasional perusahaan tempat dia bekerja di Turen, Kecamatan Beji, Pasuruan masih berjalan normal dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti anjuran pemerintah.

Sayangnya, sampai saat ini, suarasurabaya.net belum berhasil melakukan verifikasi ke pihak PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk yang beroperasi di Ngerong, Kecamatan Gempol, Pasuruan.

Terakhir kali pada Senin (11/5/2020) suarasurabaya.net menghubungi Purnomo Kepala CSR PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk yang enggan berkomentar lebih jauh mengenai pengklasteran tersebut.

Menurutnya, dia tidak berwenang untuk memberikan klarifikasi dan tidak bisa mengarahkan pada pejabat lain yang bisa memberikan klarifikasi, karena sebagian besar karyawan sedang menjalankan kerja dari rumah (work from home).(den/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Sabtu, 3 Desember 2022
32o
Kurs