Minggu, 31 Mei 2020

Dinkes Sidoarjo Lacak 8 Orang Peserta Pelatihan di Asrama Haji

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Ilustrasi alat deteksi virus corona (Covid-19). Foto: Shutterstock

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat ada 8 orang yang menjadi peserta pelatihan Calon Petugas Haji 2020 di Asrama Haji Surabaya kawasan Sukolilo pada 9-18 Maret lalu. Petugas kesehatan akan tracing (melacak) dan pemeriksaan awal terhadap 8 orang itu hari ini Sabtu (28/3/2020).

“Akan kita lakukan tracing, ada 8 jumlahnya dari wilayah Sidoarjo. Saya konfirmasi ke Kepala Puskesmas sudah membuat rencana untuk mendatangi satu persatu orang,” ujar dr Syaf Satriawarman kepada suarasurabaya.net, Jumat (27/3/2020) malam.

Syaf mengatakan, 8 orang ini sekarang masih berada di rumah masing-masing. Selama ini belum ada laporan tentang keluhan gejala terpapar COVID-19.

“Mereka sekarang masih di rumah, dari Kepala Puskesmas sudah melaporkan, sementara tidak ada keluhan. Mudah-mudahan tidak ada apa-apa,” katanya.

Namun, Syaf tidak bisa menganggap enteng dengan kasus kontak dengan orang yang berisiko COVID-19 apalagi ada yang positif. Sehingga dia perlu memeriksa satu persatu dari 8 orang tersebut.

“Kalau ada yang positif juga ikut hadir di sana, maka berarti peserta boleh dikategorikan kontak erat. Karena ini acara besar maka harus kami pastikan dalam tracing ini, apakah bersalaman atau bagaimana,” katanya.

Sementara itu, terkait rantai penularan kasus positif COVID-19 di Sidoarjo, dia belum bisa menjelaskan secara detail.

“Macem-macem, dapat sendiri, ada dari pasien. Kalau ngomong asal muasal angel (sulit) ini. Bisa saja, lagi ngobrol ada orang lewat bersin tiba-tiba kena karena droplet,” katanya.

Sebelumnya, Ahmad Zayadi Kepala Kanwil Kemenag Jatim memastikan satu pasien positif COVID-19 yang telah meninggal dunia ini adalah seorang dosen sebuah universitas di Kediri. Korban mengikuti pelatihan Calon Petugas Haji 2020 di Asrama Haji Surabaya pada 9-18 Maret 2020 lalu.

Selain korban tersebut, satu pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Blitar juga masuk dalam daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) usai mengikuti pelatihan tersebut.

Dari 415 peserta pelatihan itu terdiri dari 166 orang dari Kemenag (TPHI/TPHI) dan 249 orang dari Kementerian Kesehatan. (bid/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Surabaya
Minggu, 31 Mei 2020
32o
Kurs