Kamis, 13 Agustus 2020

Kasus Kematian Baru Covid-19 Tertinggi di Jatim, 17 di Antaranya dari Surabaya

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim dalam konferensi pers di Grahadi Jumat (29/5/2020) malam. Foto : Istimewa

Angka kematian di Jawa Timur pada Jumat (29/5/2020) bertambah sebanyak 24 kasus. Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menyatakan, ini adalah kasus kematian baru tertinggi yang pernah dicatat Gugus Tugas Jatim.

Dengan adanya tambahan jumlah kematian itu, total pasien positif Covid-19 yang meninggal di Jawa Timur mencapai 372 orang atau setara 8,44 persen dari total 4.409 kasus di Jatim.

“Dari perjalanan layanan Covid-19 di Jatim, angka meninggal 24 orang ini adalah angka tertinggi yang tercatat dalam data kami,” kata Khofifah dalam konferensi pers di Grahadi Jumat malam.

Dari 24 orang pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal itu, 17 di antaranya adalah pasien positif Covid-19 dari Surabaya atau setara 70 persen. Sisanya, tiga di antaranya dari Sidoarjo.

Selain Sidoarjo, ada dua pasien meninggal dari Gresik, sisanya ada di Kabupaten Malang dan Kabupaten Situbondo. Khofifah menegaskan, ini penambahan tertinggi ini perlu menjadi catatan.

“Saya ingin menyampaikan data ini kurang menggembirakan. Ini menjadi pengingat bagi kita semua. Bahwa kita masih perlu disiplin, menjaga pola hidup bersih, dan patuh pada protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara, penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim juga masih eksponensial. Dari 4.409 kasus di Jatim, ada tambahan 139 kasus baru pada Jumat.

Dari total tambahan pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19 itu, 94 pasien di antaranya berasal dari Kota Surabaya. Penambahan di daerah lain rata-rata di bawah 10 kasus.

Kabupaten Sidoarjo misalnya, ada sembilan kasus baru. Tujuh lainnya dari Lamongan, lalu ada enam pasien baru dari Magetan, dan ada enam pasien baru terkonfirmasi dari Kota Malang.

Lalu ada masing-masing tiga pasien baru dari Tuban, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Sampang. Masing-masing dua pasien baru dari Gresik dan Kabupaten Malang. Serta masing-masing satu pasien baru dari Kabupaten Mojokerto, Pamekasan, dan Bojonegoro.

Meski masih di bawah angka kematian, pada Jumat masih ada 19 pasien positif Covid-19 yang baru dinyatakan terkonversi negatif atau sudah sembuh. Hanya satu pasien sembuh dari Surabaya.

Lainnya, masing-masing satu pasien sembuh dari Lumajang, Kota Probolinggo, Banyuwangi, dan Lamongan. Kemudian empat pasien sembuh dari Tulungagung, dan masing-masing tiga pasien sembuh dari Sidoarjo dan Kota Probolinggo.

Sisanya, masing-masing ada dua pasien sembuh dari Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang. Dengan demikian, total pasien sembuh di Jatim sampai Jumat sebanyak 589 orang atau setara 13,36 persen dari total kasus terjangkit.

Adapun jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim juga bertambah. Per 28 Mei 2020 jumlahnya mencapai 6.410 orang, yang mana sebanyak 3.088 orang di antaranya masih dalam pengawasan.

Begitu pun orang dalam pemantauan (ODP) di Jatim yang saat ini jumlahnya sebanyak 24.420 orang. Sebanyak 4.037 di antaranya, sampai saat ini masih berstatus dalam pemantauan.(den/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Kamis, 13 Agustus 2020
33o
Kurs