Rabu, 12 Agustus 2020

KKN Unesa Dikemas dalam Program Satu Mahasiswa Satu Kampung Tangguh

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Foto: Google

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melibatkan sekitar 5.000 mahasiswanya dalam upaya penanggulangan Covid-19 di tempat tinggalnya masing-masing. Program ini masuk dalam mata kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang saat ini lebih difokuskan untuk membantu menyukseskan program pemerintah Kampung Tangguh untuk memutus mata rantai penularan virus, dimulai dari tingkat desa.

Prof Nur Hasan Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengatakan, kampus Unesa siap untuk mem-back up upaya pemerintah dalam program Kampung Tangguh dan membantu menyiapkan beberapa strategi lain agar mahasiswa lebih banyak dilibatkan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya penularan Covid-19.

“Ini gagasan yang luar biasa dan saya akan back up penuh program Kampung Tangguh itu. Kami formulasikan satu kampung, satu mahasiswa. Ini sudah kami siapkan disamping beberapa diantaranya sudah berjalan,” kata Nur Hasan kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (11/7/2020).

Menurutnya, saat ini program tersebut sudah berjalan ke tahap gelombang ketiga, dan sebanyak 600-an mahasiswa sudah terlibat. Sisanya, ribuan mahasiswa tersebut akan dikerahkan ke kampung-kampung secara bertahap.

Dalam program ini, mahasiswa diminta untuk mengedukasi warga tentang bahaya virus Covid-19 melalui berbagai medium, salah satunya dengan video pendek dan beragam spanduk. Selain itu, mereka juga harus membantu perangkat desa untuk mendata, melengkapi, dan ikut membagikan kebutuhan yang diperlukan desa dalam upaya pencegahan Covid-19.

“Pertama, memberikan edukasi. Kedua, membantu RT/RW perlu kebutuhan apa saja untuk memotong rantai penularan (Covid-19), ikut membagikan sembako, menempati tempat-tempat yang biasanya dipakai kerumumanan, diingatkan untuk jaga jarak,” tambah rektor yang akrab disapa Cak Nur ini.

Dalam prosesnya, para mahasiswa tersebut akan terkoordinasi melalui grub-grub WhatsApp berdasarkan wilayah tempat tinggalnya masing-masing.

Selain itu, lanjut Nur Hasan, mahasiswa juga diminta untuk ikut mendonorkan darahnya ke Palang Merah Indonesia (PMI), mengingat jumlah stok darah di PMI relatif turun sejak pandemi.

“Selain dengan video-video pendek agar masyarakat paham seberapa bahayanya virus ini, mereka juga kami minta untuk ikut menyumbangkan darahnya ke PMI,” ujarnya.(tin/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Fabian Yudhistira

Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Rabu, 12 Agustus 2020
26o
Kurs