Selasa, 11 Agustus 2020
Hari Pertama Sekolah di SMPN 21 Surabaya

Masa Indah yang Hilang dari Sekolah

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Para guru SMPN 21 Surabaya menggelar seremonial pembukaan LOS dan menyambut ajaran baru 2020-2021. Foto: Abidin suarasurabaya.net

Halaman sekolah SMPN 21 Surabaya terlihat kosong Senin pagi 13 Juli 2020. Gerbang sekolah juga tutup. Tak tampak remaja berseragam biru putih meriung di lapangan. Jarum jam sudah menunjuk pukul 08.00 WIB, tak ada upacara bendera di hari pertama ajaran baru 2020-2021.

Namun di bagian tempat lain. Di ruangan guru, justru kesibukan pecah. Ada yang lalu lalang menata tripod, mengatur kamera, dan utak-atik komputer. Sebagian lain bergegas mengambil tempat duduk, menatap layar proyektor yang menempel di tembok.

Sedari pagi, sekolah menengah pertama yang terletak di Jl Jambangan IV itu, sibuk menyiapkan penyambutan hari pertama belajar untuk para siswa Kelas 8 dan 9. Lalu, Layanan Orientasi Siswa (LOS) untuk siswa baru Kelas 7.

Setelah semua siap, mereka masuk di ruang virtual. Mereka menyaksikan arahan Kepala Dinas Pendidikan melalui aplikasi video conference yang diprakarsai Eric Yuan itu.

“Meski kita sekarang ini tidak ada pembelajaran tatap muka, saya harap tidak mengurangi semangat belajar pada siswa,” ujar Supomo Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dalam sambutan di video conference.

Barisan para guru itu tampak sedikit canggung dengan suasana pagi itu. Sebuah penyambutan tanpa pertemuan.

Sapta Meiningsih Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan SMPN 21 Surabaya mengatakan, sedapat mungkin bisa menghadirkan suasana sekolah di rumah-rumah para murid. Karena, biasanya awal tahun ajaran baru digelar meriah penuh suka cita. Sebuah awal mula mereka saling mengenal dan saling berinteraksi.

“Mestinya hari ini menjadi hari paling indah bagi mereka para siswa baru. Hari paling ditunggu para siswa yang sudah lama tidak bertemu, setelah libur panjang,” kata Mei kepada suarasurabaya.net.

Mei bercerita, awal tahun ajaran baru di SMPN 21 biasanya diisi dengan berbagai kegiatan hingga tiga hari. Seluruh gugus ekstrakurikuler menampilkan karya terbaiknya untuk menyambut siswa baru. Begitu pun sebaliknya, siswa baru bisa mengumbar kebolehannya di berbagai bidang. Di panggung kecil acara LOS.

“Tapi, bagaimana lagi. Pandemi ini merubah kebiasaan semuanya. Kami harus beradaptasi,” katanya.

Menurut Mei, para guru dan wali kelas terus memikirkan inovasinya agar anak didik bisa ikut beradaptasi. Berbagai materi LOS maupun materi pelajaran melalui daring dipersiapkan berbeda. Semua disesuaikan dengan situasi pandemi. Mulai dari materi sekolah ramah anak, tata tertib, dan protokol kesehatan. Semua dikemas dengan peraga daring.

“Kami juga memberikan khusus materi berkomunikasi yang beretika. Agar anak-anak terbiasa bermedia sosial dengan cara yang baik. Ini bagian pendidikan karakter,” katanya.

Pihak sekolah kata Mei, juga menghadirkan jelajah sekolah secara virtual. Para siswa baru itu diperkenalkan ruang kelas mereka, segala kegiatan sekolah, hingga ruang-ruang detail yang ada di sekolah.

“Para siswa juga diwajibkan berseragam sekolah saat pembelajaran daring ini. Kami mencoba menghantarkan suasana sekolah ke rumah mereka masing-masing,” katanya.

Hari pertama sekolah di SMPN 21 Surabaya berakhir pukul 10.00 WIB. Kegiatan serba daring ini dibagi dua sesi. Sesi pertama Live melalui aplikasi zoom sebagai pembukaan seremonial. Lalu, untuk meteri LOS dan pelajaran siswa lama bisa dilihat di channel youtube sekolah.

“Kegiatan LOS mulai Senin 13 Juli sampai Rabu 15 Juli. Lalu, pelajaran untuk siswa kelas 8 dan 9 mulai besok. Tadi masih pengenalan teknis dan pembagian kelompok oleh wali kelas masing-masing,” kata Mei. (bid/tin/rst)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Selasa, 11 Agustus 2020
27o
Kurs