Sabtu, 28 November 2020

Munas MUI Akan Bahas Sejumlah Fatwa, Termasuk Vaksin Covid-19

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Asrorun Niam Sholeh Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan jumpa pers penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (18-5-2020). Foto: Antara

Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia tahun 2020 akan membahas sejumlah fatwa, selain mengagendakan suksesi kepemimpinan pengurus MUI untuk masa bakti 5 tahun.

Asrorun Niam Sholeh Ketua Tim Materi Fatwa Munas MUI mengatakan bahwa pembahasan fatwa mengerucut pada tiga bidang, yaitu masalah sosial budaya, ibadah, dan ekonomi syariah.

“Tiga bidang itu juga mencakup rencana fatwa tentang perencanaan haji belia dan dana talangan haji, pengawasan pengelolaan zakat dan zakat perusahaan, wakaf, pemilihan umum, termasuk periode masa bakti presiden, pilkada dan politik dinasti, serta paham komunisme,” kata Niam yang juga Sekretaris Komisi Fatwa MUI itu, seperti dilaporkan Antara, Senin (19/10/2020).

Selain itu, dalam pembahasan fatwa tersebut juga akan membahas berbagai hal terkait dengan Covid-19, seperti tentang vaksin, penanggulangannya, rambu-rambu adaptasi kehidupan baru, pemanfaatan bagian tubuh manusia untuk menjadi bahan pengobatan, dan hal terkait lainnya.

Komisi Fatwa MUI, kata dia, terus menggelar rapat internal mengundang para ahli sampai akhir Oktober untuk membahas rencana fatwa yang sudah difinalisasi. Dengan begitu, dua pekan sebelum munas berlangsung, peserta munas sudah menerima materi draf fatwa dan mendalaminya untuk dibahas pada saat Munas.

Adapun Munas MUI akan digelar pada tanggal 25—28 November 2020 secara daring.

Agenda lima tahunan tersebut mundur dari rencana awal yang rencananya diselenggarakan pada pertengahan tahun ini akibat wabah COVID-19.

Sebelumnya, Zainut Tauhid Saadi Wakil Ketua Umum MUI mengatakan bahwa suksesi Ketum MUI akan dilaksanakan pada pertengahan 2020 melalui Musyawarah Nasional MUI. Hal itu dikatakannya pada akhir 2019 atau jauh hari sebelum pandemi Covid-19 melanda seantero dunia, termasuk Indonesia.

“Untuk munas yang diagendakan pada tahun 2020 akan dilakukan pergantian kepengurusan, akan dipilih ketum baru,” katanya.(ant/iss)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Sabtu, 28 November 2020
28o
Kurs