Kamis, 13 Agustus 2020

Nenek Kamtin, Penyintas Covid-19 Tertua Asal Surabaya

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Tangkapan layar dari data yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim tentang nenek Kamtin (kanan) yang berusia 100 tahun, setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19, saat ditampilkan di Gedung Negara Grahadi, di Surabaya, Jumat (29/5/2020) malam. Foto: Antara

Nenek berusia 100 tahun bernama Kamtin, warga asal Jalan Gresik PPI Krembangan Surabaya, Jawa Timur (Jatim) dinyatakan sembuh dari Covid-19.

“Nenek Kamtin ini seorang survivor Covid-19 tertua di Indonesia,” ujar Khofifah Indar ParawansaKetua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/5/2020) malam.

Nenek yang lahir pada tahun 1920 tersebut awalnya menderita sakit batuk dan demam pada 13 April 2020 selama sepekan, lalu dibawa ke Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya sepekan kemudian.

Pada 20 April 2020 dilakukan tes swab yang hasilnya pada 28 April 2020 diketahui terkonfirmasi positif Covid-19, hingga dirawat di rumah sakit tersebut sampai 17 Mei 2020 dinyatakan negatif.

Terhadap beberapa orang keluarganya, saat ini dilakukan isolasi di Asrama Haji Surabaya karena sempat melakukan kontak langsung.

Menurut Khofifah, kesembuhan nenek Kamtin memberikan semangat bagi pasien yang masih dirawat, dan membuktikan sangat besar peluangnya untuk sembuh.

“Melalui putrinya, beliau berpesan bahwa disiplin adalah vaksin paling tokcer saat ini, karena vaksin Covid-19 belum ditemukan,” ujar Gubernur Jatim tersebut dilansir Antara.

Selain berdisiplin, kata Khofifah lagi, vaksin jitu lainnya yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah Covid-19 adalah membiasakan pola hidup bersih dan sehat, serta mematuhi protokol kesehatan.

“Tiga cara itulah vaksin senyatanya hari ini,” katanya pula.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, sampai hari ini di Jatim sedang dirawat pasien lanjut usia yang terkonfirmasi positif Covid-19, masing-masing 11,62 persen laki-laki dan 8,62 persen wanita.

“Mari lindungi dan sayangi mereka karena di usianya yang lanjut menjadi salah satu populasi rentan,” ujar Khofifah pula.

Data dari gugus tugas terkait total pasien sembuh hingga Jumat (29/5/2020) pukul 17.00 WIB, jumlahnya mencapai 589 orang atau 13,36 persen.

Tambahan pasien sembuh sebanyak 19 orang, yakni empat orang dari Tulungagung, masing-masing tiga orang dari Sidoarjo dan Kabupaten Probolinggo, masing-masing dua orang dari Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang, serta masing-masing satu orang dari Lumajang, Kota Probolinggo, Banyuwangi, Lamongan serta Surabaya.(ant/tin/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Kamis, 13 Agustus 2020
33o
Kurs