Senin, 23 Mei 2022

Stok Kosong, PMI Surabaya: 44 Pasien Saat Ini Butuh Plasma Konvalesen

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Ilustrasi. Gana Arsista penyintas Covid-19 crew Suara Surabaya Media sedang donor plasma konvalesen, Sabtu (21/11/2020). Foto: Suara Surabaya Media

Permintaan plasma Konvalesen di PMI Kota Surabaya terus meningkat. Namun permintaan itu belum semuanya terpenuhi, karena perolehan donor plasma konvalesen masih tergolong minim.

dr Martono Adi Kabag Pelayanan dan Humas Unit Transfusi Darah PMI Kota Surabaya mengatakan, sampai hari ini, Kamis (26/11/2020), sedikitnya ada 44 pasien yang membutuhkan plasma konvalesen tersebut.

“Sampai saat ini, ada 44 pasien yang belum kami layani. Bayangkan saja, 1 pasien membutuhkan 2 kantong plasma konvalesen. Jadi total ada 88 kantong yang dibutuhkan saat ini,” kata dr Martono kepada Radio Suara Surabaya.

dr Martono mengaku, tidak semua penyintas Covid-19 bisa mengikuti donor plasma konvelesen. Para penyintas harus melalui beberapa persyaratan. Salah satunya, lolos dalam screening antibodi.

“Syarat paling utama adalah citra antibodi. Tidak semua penyintas (antibodinya, red) memenuhi syarat ini. Paling tidak 1/160. Jadi sebelum donor akan diperiksa dulu antibodinya. Tiap pasien beda antibodinya,” kata dia.

Syarat lainnya, lanjut dia, pernah terpapar Covid-19 berdasarkan uji swab, kemudian sudah sembuh dari Covid-19 dengan satu kali swab negatif, dan berat badan minimal 55 kilogram.

Untuk penyintas perempuan, syarat tambahannya adalah belum pernah melahirkan.

dr Martono berharap, para penyintas Covid-19 bisa datang ke PMI untuk mendonorkan plasmanya. Mengingat, banyak pasien Covid-19 yang saat ini membutuhkan untuk proses penyembuhan.

“Harapannya bisa datang ke PMI untuk donor plasma konvalesen itu. Karena banyak di Surabaya ini yang membutuhkannya untuk penyembuhan Covid-19 dan sekarang stoknya masih kosong. Jangan khawatir di PMI, kami lakukan pencegahan Covid-19 (prokes, red),” kata dia. (ang)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 23 Mei 2022
30o
Kurs