Minggu, 18 April 2021

Penumpang di Bandara Juanda Mengaku Baru Tahu Kebijakan Rapid Test Antigen

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Antrean calon penumpang mengajukan reschedule di Posko Nataru Bandara Infernasional Juanda Terminal 1. Foto: Abidin suarasurabaya.net

Calon penumpang pesawat di Bandara Juanda mengaku kurang mendapatkan informasi tentang kebijakan baru rapid test antigen yang diwajibkan pemerintah untuk perjalanan transportasi udara.

Beberapa calon penumpang menyesalkan harus tes dua kali, karena sebelumnya sudah rapid test antibodi, tapi ternyata ketika di Bandara harus tes lagi rapid test antigen.

“Saya tadi sampai di Bandara jam 05.00 WIB, setelah menunjukkan surat rapid test antibodi ternyata tidak berlaku, harus rapid test lagi. Setahu saya cukup rapid test antibodi,” ujar Lidya yang rencana berangkat ke Batam bersama kawan-kawannya.

Lidya dan kawannya lalu mengantre di parkiran Bandara untuk menjalani rapid test antigen. Antrean membludak, sementara jadwal penerbangannya ke Batam pukul 07.00 WIB. Lidya masih mengantre dan baru dapat hasil rapid test antigen pukul 10.00 WIB.

Para calon penumpang yang batal terbang difasilitasi rechedule oleh maskapai di Posko Natal dan Tahun Baru di Lobby Terminal 1 Bandara Internasional Juanda.

“Sekarang saya mengantre untuk reschedule,” ujarnya.

Selain Lidya, masih banyak calon penumpang yang bernasib sama. Sampai pukul 13.35 WIB masih harus mengantre rechedule. Syaratnya pun harus menunjukkan hasil rapid test antigen.

Sementara itu, Yuristo Ardhi Humas Bandara Internasional Juanda mengatakan, sejalan peraturan pemerintah yang terbaru, penerbangan dari dan ke Pulau Jawa atau antar bandara di Pulau Jawa syarat terbangnya harus menunjukkan rapid test antigen.

“Kami mengantisipasi membuka layanan sejak pukul 3 pagi, pengambilan sampelnya pukul 04.00 WIB. SDM juga kami tambah untuk mengatur antrean,” ujarnya.

Yuris bilang, sampai pukul 11.30 WIB sudah 900 orang yang menjalani rapid test antigen. Kemudian, karena masih ada permintaan maka kuotanya rapid test antigen ditambah.

“Sejak pagi tadi 900 orang, sekarang ditambah lagi,” katanya.

Terkait calon penumpang yang batal terbang, pihak Bandara telah berkoordinasi dengan Maskapai untuk memfasilitasi pengajuan reschedule.

“Untuk penumpang yang mengalami kesulitan, bisa reschedule maupun refund. Jadi tetap bisa terbang dengan pilihan penjadwalan ulang maupun pengembalian uang tiket,” katanya. (bid/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Minggu, 18 April 2021
33o
Kurs