Sabtu, 4 Februari 2023

Pertunjukan Seni Dihentikan Sementara, Alun-Alun Surabaya Tetap Dibuka

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Pengunjung berlalu lalang dan bergerombol di depan Alun-Alun Surabaya, Kamis (20/8/2020). Foto : Abidin suarasurabaya.net

Rangkaian pertunjukan seni yang diadakan di Alun-Alun Kota Surabaya atau Kompleks Balai Pemuda, dihentikan sementara terhitung sejak Jumat (21/8/2020) atau di hari ketiga pelaksanaan uji coba. Meski begitu, warga masih dapat mendatangi Alun-alun Kota Surabaya yang baru diresmikan pada Senin (17/8/2020) lalu.

Penghentian sementara pertunjukan seni ini menurut Febriadhitya Prajatara Kabag Humas Pemkot Surabaya, dikarenakan membludaknya masyarakat yang datang sehingga protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 sulit diterapkan. Sedangkan pertimbangan membuka Alun-Alun Surabaya ini, karena ingin mengakomodir pelaku seni dan melatih pembiasaan masyarakat dalam kehidupan normal baru.

Seperti pantauan dari suarasurabaya.net pada Kamis (20/8/2020) kemarin, animo masyarakat sangat tinggi untuk melihat pertunjukan ini. Pembatasan dilakukan dengan hanya 160 orang yang diperbolehkan masuk. Akibatnya, penonton meluber di depan gerbang ticketing sisi jalan Yos Sudarso, dan di depan gerbang utama di Jalan Gubernur Suryo.

“Berdasarkan pantauan kami, banyak penumpukan massal. Lalu kita evaluasi, dari teman-teman satgas akhirnya memutuskan kalau pertunjukan seni ditiadakan sementara,” kata Febri kepada Radio Suara Surabaya, Jumat siang.

Meski pertunjukan seni ditiadakan, namun Febri menegaskan bahwa alun-alun tetap dibuka untuk umum.

“Alun-alun tetap dibuka tetapi dengan mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Febri menambahkan, libur panjang menjadi salah satu banyaknya masyarakat yang ingin datang ke pertunjukan seni. Apalagi yang datang ke acara tersebut tidak hanya orang yang berasal dari Surabaya.

“Setelah dua hari kemarin kami lihat antusias warga sangat luar biasa dan kebetulan berdekatan dengan hari libur, jadi tidak cuma orang Surabaya, dari luar Surabaya juga ikut gabung ke sana,” imbuhnya.

Pihak Pemkot Surabaya sebelumnya cukup percaya bahwa kegiatan akan berjalan dengan lancar dengan mengandalkan kesadaran warga untuk patuh protokol kesehatan.

“Sebenarnya kemarin cukup optimis karena kami sangat mengapresiasi warga Surabaya yang tertib masker, jaga jarak dan tingkat kesadaran yang tinggi. Cuma kan hasilnya tidak sesuai harapan,” tambahnya.

Sebelumnya, acara pertunjukan seni di yang membuat banyak orang berbondong-bondong datang ke alun-alun Kota Surabaya menuai banyak kritik dari warganet. Mereka menyayangkan acara tersebut diselenggarakan Pemkot Surabaya saat wabah Covid-19 masih tinggi di Kota Pahlawan tersebut. Apalagi pada Kamis (20/8/2020) kemarin, Kota Surabaya kembali berstatus zona merah.

Lomba tirakatan untuk mendoakan para pahlawan di hari kemerdekaan dilarang sekarang bikin hajatan sendiri,” tulis @mariyam6029 di kolom komentar instagram @suarasurabayamedia.

“Lagian bioskop ga boleh buka tapi pemerintah sendiri bikin acara seperti ini. Uda tau orang2 pada bosan di rumah ya pasti ngumpul lah kalo ada acara,” tulis @Ari_Kaizer di kolom komentar twitter @e100ss.

Hingga berita ini diunggah, Pemkot Surabaya belum memastikan sampai kapan pertunjukan seni ini dihentikan. Febri mengaku, pihaknya masih akan merapatkannya kembali berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan hingga hari kedua kemarin.

“Ini kan masih dirapatkan, kalau ada progress yang lebih baik, Insha Allah bisa dinikmati segera. Beberapa masukan kami terima, kami tampung sebagai bahan evaluasi,” ujarnya.

Pertunjukan seni tersebut rencananya akan menampilkan berbagai kesenian, seperti karawitan, reog, musik Kelompok Musik Jalanan, ketoprak, srimulat, wayang, campursari, wayang potehi, ludruk, angklung dan sebagainya. Pertunjukan tersebut rencananya diselenggarakan mulai 19-25 Agustus 2020. (tin/lim)

Berita Terkait