Jumat, 30 Oktober 2020

Presiden Berharap Pengerjaan Tahap Pertama Pelabuhan Multifungsi Labuan Bajo Selesai Tahun Ini

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Multifungsi Labuan Bajo yang dikerjakan Pelindo III, Kamis (1/10/2020), di Nusa Tenggara Timur. Foto; Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden, siang hari ini, Kamis (1/10/2020), meninjau sekaligus mengontrol proyek penataan kawasan wisata Labuan Bajo, yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu infrastruktur penunjang yang mendapat perhatian khusus dari Presiden adalah pelabuhan yang tengah digarap PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III.

Dalam keterangan pers usai meninjau sejumlah lokasi, Jokowi mengatakan, pelabuhan yang lama direvitalisasi kemudian dipisahkan antara pelabuhan untuk penumpang dan petikemas.

“Pelabuhan lama semua kita rombak. Pelabuhannya kita pindah ke Pelabuhan yang baru di Wae Kelambu. Kita harapkan, tahapan yang pertama akan selesai di akhir tahun 2020, dan tahapan kedua selesai di tahun 2021,” ujarnya.

Seperti diketahui, Labuan Bajo merupakan salah satu dari 10 ‘Bali Baru’ yang diproyeksikan menjadi ujung tombak pariwisata nasional.

Untuk mewujudkan visi itu, pemerintah terus membangun jaringan jalan, mempercantik lokasi wisata, dan menjadikan pelabuhan lama Labuan Bajo khusus untuk penumpang.

Sedangkan terminal kargo atau peti kemas, dialihkan ke Terminal Multifungsi Labuan Bajo yang pembangunan dan pengelolaannya dipercayakan kepada Pelindo III, sesuai penugasan Kementerian Perhubungan dalam mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo.

Pengerjaan pembangunan terminal itu menggunakan skema tahun jamak (multiyears).

Lokasi Terminal Multifungsi Labuan Bajo berjarak sekitar 19 menit dari Bandara Komodo, dan sekitar 30 menit dari pelabuhan lama Labuan Bajo.

Dermaga sepanjang 120 meter didesain supaya kapal berkapasitas 25 ribu dead weight tonnage (DWT) bisa bersandar, serta punya kapasitas petikemas sampai 100 ribu twenty-foot equivalent units (TEUs), dan curah cair sampai 1,5 juta ton per tahun.

Terminal Multifungsi Labuan Bajo dibangun untuk mendukung sektor pariwisata dan logistik, khususnya di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (rid/ang)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Jumat, 30 Oktober 2020
28o
Kurs