Minggu, 14 Agustus 2022

Satgas Covid-19 Ungkap Kondisi Terkini Keterisian Bed di RS Rujukan

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
RSDL Indrapura Tutup sementara dan pasien diarahkan ke RSDL Bangkalan. Foto: Dok suarasurabaya.net

dr Adji Bhayu Kurniadi Tim Satgas Covid-19 Kota Surabaya mengungkapkan, kondisi terkini keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rawat inap dan Intensive Care Unit (ICU) di sejumlah rumah sakit (RS) rujukan pasien terinfeksi virus corona (Covid-19) di Kota Surabaya.

Rata-rata keterisian tempat tidur di RS rujukan Covid-19 mulai penuh. Misalnya, RS Lapangan di Jalan Indrapura yang harus menambah 50 bed untuk pasien perempuan. Kondisi ini terjadi karena kasus Covid-19 di kota pahlawan itu meningkat tajam.

“RS Lapangan Indrapura kapasitasnya 357 sekarang terisi 291. Tapi untuk bed perempuan sudah penuh. Untuk itu akan ditambah lagi 50 bed. Karena harus dibedakan perempuan dan laki-laki. Kemudian di RSUD Dr Soetomo di IGD banyak yang sudah inden 20 orang, dan RSKI Unair di IGDnya sudah inden 7 orang,” jelas dr Adji saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Selasa (22/12/2020).

dr Adji membenarkan, keterisian bed pasien Covid-19 yang penuh itu, karena kasus Covid-19 yang juga meningkat. Kondisi itu merata terjadi di Jatim, termasuk Surabaya.

Kematian akibat Covid-19 di Surabaya, menurutnya juga tinggi. Selain pasien, tidak sedikit juga tenaga kesehatan yang gugur karena terpapar Covid-19. Dia mengungkapkan, Jatim baru saja kehilangan satu dokter di RSUD Genteng Banyuwangi, yang meninggal karena Covid-19.

“Data terakhir, kami belum dapat berapa pasiennya. Tapi kemarin di Surabaya yang meninggal mencapai 20 orang. Kemarin juga di Banyuwangi ada 1 dokter, meninggal karena Covid-19. Beliau Plt RSUD Genteng, merawat juga pasien Covid-19,” kata dia.

Menurutnya, masyarakat mulai abai dengan protokol kesehatan terutama pada saat libur panjang. Pihaknya pun mengingatkan kembali agar terus menerapkan disiplin protokol kesehatan dan pola hidup sehat.

“Sebenarnya Surabaya itu sempat turun kasusnya. Tapi melonjak lagi setelah liburan kemarin. Memang sekarang Surabaya tidak zona hitam seperti dulu. Tapi kalau dibiarkan bisa kembali hitam,” ujarnya.

“Sesuai pesan Ibu, lakukan 3M. Sudahlah untuk tahun ini, gak usah kemana-mana, di rumah aja. Tunggu sampai ada vaksin. Kalau terpaksa keluar, usahakan pakai kendaraan pribadi. Kalau terpaksa diruang tertutup jangan lebih dari 15 menit, apalagi pakai AC. Kalau ada jendelanya dibuka saja. Olahraga, makanan yang berprotein,” ungkapnya. (ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Minggu, 14 Agustus 2022
25o
Kurs