Minggu, 24 Januari 2021

Sekolah Daring, Dibutuhkan Kesepaham Orang Tua dan Sekolah

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Sebuah persiapan pembelajaran daring saat pandemi Covid-19 di SMAN 15 Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net

Pada Senin (13/7/2020) ini mulai pembelajaran daring di sekolah. Menurut pengamat pendidikan dibutuhkan kesamaan pemahaman antara orang tua dan sekolah, karena memunculkan hal baru.

“Siswa sebagai peserta didik, tentu saja akan menemukan hal-hal baru. Pembelajaran daring atau sekolah daring tentu saja wajib dilakukan, di tengah situasi darurat seperti saat ini. Orang tua punya peran penting terkait pembelajaran hal-hal baru tersebut. Orang tua perlu punya kesamaan pemahaman tentang pembelajaran baru ini,” terang Isa Anshori pemerhati pendidikan, Senin (13/7/2020).

Orang tua, kata Isa perlu tahu bagaimana sekolah memberlakukan sistem pendidikan, dan demikian juga dengan sekolah dibutuhkan pemahaman bagaimana kondisi sebuah keluarga atau bagaimana peserta didik atau siswa berada di rumah. Ketuntasan kurikulum dilakukan dengan melihat keberadaan peserta didik.

Tugas proses dijalankan dengan memberikan project-project yang bisa dijalankan di rumah dengan prinsip mudah dilakukan, murah dan bisa. “Kalau msalnya di rumah, peserta didik usai belajar membantu orang tua di sawah, maka project-project yang diberikan bisa dikaitkan dengan aktifitas-aktifitas di sawah,” kata Isa.

Dengan begitu, maka sekolah dapat mengetahui bagaimana keseharian peserta didik atau siswa tersebut di waktu-waktu luangnya setelah proses pembelajaran melalui daring setelah dilaksanakan.

Pada kondisi seperti saat ini, ketika pandemi Covid-19 masih belum rampung, sedangkan jadwal pendidikan harus dimulai, maka orang tua harus menyadari bahwa tugas mendidik anak tidak hanya boleh dibebankan semata-mata kepada sekolah.

“Pada posisi itu, peran orang tua juga harus ada, sehingga orang tua akan selalu siap mendampingi anak-anaknya apalagi dimasa masa darurat seperti saat ini. Jangan lagi orang tua membebankan sepenuhnya pendidikan anak-anak nya hanya pada sekolah saja,” tegas Isa Anshori yang juga punya perhatian khusus pada pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus tersebut.

Orang tua, lanjut Isa diperlukan juga keterlibatannya atau kehadirannya untuk membantu dan mendampingi putera-puterinya sebagai bagian pemahaman terhadap sekolah daring atau pembelajaran daring itu sendiri.

“Karena itu orang tua bersama sekolah harus bersama-sama memahami bagaimana memberikan pendidikan bagi peserta didik atau siswa-siswa baru itu. Prinsip pembelajaran dengan memberikan project-project atau penugasan-penugasan harus mengedepankan murah, mudah dan bisa dilakukan oleh siswa. Ini penting dipahami juga,” ujar Isa.

Sejumlah sekolah di Surabaya, Senin (13/7/2020) memang mulai menggelar pembelajaran di sekolah. Tetapi mengingat Surabaya masih zona merah, maka proses pembelajaran yang diawali dengan MPLS dilakukan secara daring atau virtual. “Ini kondisi darurat. Tetapi jika memang nanti sudah normal, proses pembelajaran daring ini bisa jadi pengalaman menarik,” pungkas Isa Anshori.(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Surabaya
Minggu, 24 Januari 2021
28o
Kurs