Selasa, 7 Desember 2021

Songsong New Normal, CreatiOnline 2020 Ajang Kreativitas Mahasiswa Ubaya dari Rumah

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Satu diantara karya face painting yang dilombakan pada CreatiOnline 2020 gelaran mahasiswa Universitas Surabaya. Foto: Humas Ubaya

CreatiOnline 2020 jadi model kompetisi online era new normal nanti, juga upaya hilangkan rasa bosan, dan bagian dari pembelajaran secara daring dari rumah bagi para mahasiswa di Universitas Surabaya (Ubaya).

Kompetisi antar mahasiswa dari berbagai program studi, yang dikemas dalam CreatiOnline 2020, digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Surabaya (Bemus) bersama BEM Fakultas, bagian pembelajaran secara daring sekaligus model kompetisi di era new normal nanti.

Kompetisi CreatiOnline 2020 dibagi dalam sembilan kategori cabang kompetisi yang dilombakan, mulai dari face painting, mash up lagu, cover lagu, komik pendek, stand up comedy, poster, cover dance, video opini, dan D’ideas.

Kompetisi yangmewajibkan seluruh pesertanya menampilkan karya-karya orisinal para mahasiswa tersebut digelar selama satu bulan secara online April, hingga Mei 2020 lalu. Para mahasiswa dapat menikmati karya-karya yang dipamerkan tersebut melalui saluran online yang sudah ditentukan panitia.

Selama kurang lebih tiga bulan, aktivitas pembelajaran dan perkuliahan telah dilakukan di dalam rumah secara online. Kegiatan kemahasiswaan yang dilakukan secara tatap muka dan mengundang massa di kampus terpaksa harus ditunda maupun ditiadakan.

Melihat kondisi ini, Bemus didukung dengan BEM Fakultas berinisiatif menggelar sebuah kegiatan internal secara online yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa Ubaya, sekaligus dapat dinikmati mahasiswa meskipun dari rumah masing-masing.

“CreatiOnline 2020 kompetisi bersifat online dan dapat dilakukan di rumah masing-masing. Kompetisi ini membantu mahasiswa Ubaya menjadi lebih produktif dan mampu memanfaatkan waktu luang. Kompetisi ini bukan sekedar menghilangkan rasa bosan tetapi menjadi sarana menunjukkan kreativitas dalam karya,” terang Zefanya Vincentia Wakil Ketua CreatiOnline 2020.

Setiap kategori cabang yang dilombakan mengangkat tema yang berbeda. Kompetisi pertama yang dilombakan yaitu face painting dengan tema Pesona Indonesia. Pada kategori ini, masing-masing peserta diharuskan membuat video dengan durasi waktu maksimal lima menit selama merias wajah sendiri atau model.

Peserta juga diminta untuk menampilkan dan menggunggah hasil karyanya dalam bentuk foto dan video di akun instagram masing-masing. Konsep yang dibawa dalam riasan wajah harus mencerminkan pesan yang kuat dan sesuai dengan tema.

Desniar Indah Rasni Putri, mahasiswa Politeknik Ubaya yang menjadi satu diantara peserta menyampaikan bahwa karyanya yang berjudul The Beauty of Peacock and Batik menampilkan sebuah kebanggaan sebagai warga negara Indonesia dengan Pesona Nusantara yang luar biasa.

“Konsep karya pada face painting ini berjudul The Beauty of Peacock and Batik. Ini ungkapan tentang kecantikan Burung Merak dan harmoni motif Batik yang dituangkan dalam riasan wajah, dan ini merupakan bagian kecil dari pesona Nusantara. Ini juga kebanggaan sebagai ornag Indonesia yang punya pesona luar biasa,” terang Desniar Indah Rasni Putri, yang berhasil merebut juara pertama face painting CreatiOnline 2020.

Sedangkan Cecilia Rhenata Palmaristi Suryo, mahasiswi Fakultas Teknik Ubaya menyampaikan bahwa karyanya terinspirasi peringatan Hari Bumi Sedunia. Cecilia mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki keindahan alam yang belum banyak diketahui orang-orang. Cecilia mengusung konsep Indonesia’s Mother Nature yang merupakan sumber kehidupan dari pesona alam di Indonesia.

“Ada ranting dan daun yang melambangkan pesona alam untuk hiasan pada riasan wajah. Riasan wajah ini juga sebagai pengingat atau reminder agar kita lebih ramah kepada bumi. Kain Sumba ini menggambarkan keindahan Indonesia itu beragam dari adat dan budayanya, ” tambah Cecilia.

Selain face painting, terdapat delapan kompetisi lain yang dapat diikuti oleh para mahasiswa Ubaya dari berbagai fakultas tentunya sebagai bagian dari upaya menunjukkan bakat serta kemampuannya meskipun berada di rumah.

“Semoga kompetisi CreatiOnline 2020 dapat menumbuhkan kreativitas mahasiswa Ubaya agar lebih produktif, kreatif, dan terus belajar hal yang baru selama melakukan social distancing atau physical distancing di rumah. Dan semoga ini juga bagian dari awal new normal, dalam kaitannya dengan pameran karya dan kreativitas,” pungkas Zefanya Vincentia Wakil Ketua CreatiOnline 2020, Kamis (4/6/2020).(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
29o
Kurs