Minggu, 28 November 2021

Sosialisasi PSBB di Pasar Pucang, Risma Minta Pedagang Jaga Jarak

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pasar Pucang, Kota Surabaya, Minggu (26/4/2020). Foto: Antara

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya meminta para pedagang saling menjaga jarak fisik atau tidak berhadap-hadapan saat sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pasar Pucang, Jalan Pucang Anom, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jatim, Minggu (26/4/2020).

“Jadi begini, yang tengah diisi penjual biar tidak bergerombol dengan pedagang toko. Jadi pembeli bisa di pinggir jalannya,” kata Risma saat di Pasar Pucang, dilansir Antara.

Menjelang diberlakukan PSBB pada Selasa (28/4/2020), Risma gencar melakukan sosialisasi ke pasar-pasar tradisional. Sebelum sosialisasi di Pasar Pucang, sehari sebelumnya pada Sabtu (25/4/2020), ia juga melakukan sosialisasi di Pasar Genteng.

Saat tiba di Pasar Pucang, Risma langsung menuju lorong bagian buah. Ia meneliti satu per satu stan beserta jarak pedagang antara satu dengan yang lain. Sekitar 15 menit berada di area buah tersebut, ia langsung bergeser menuju lorong bagian pakaian.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu memberikan beberapa arahan, salah satunya adalah menggeser pedagang pakaian yang ada di pinggir lorong menjadi di tengah.

Agus Hebi Djuniantoro Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya mengatakan, fungsi memindahkan pedagang sedikit maju ke tengah agar pedagang tidak berhadap-hadapan satu dengan pedagang lainnya atau menerapkan jaga jarak fisik.

“Tapi saling membelakangi. Itu arahan bu wali kota untuk Pasar Pucang. Untuk penataan buahnya sudah bagus. Mereka sudah berselang-seling dan tidak berhadapan,” kata Hebi.

Sesuai dengan protokol Covid-19, Hebi memastikan agar para pedagang dan pengunjung pasar tetap menggunakan masker. Menurut dia, jika ada warga yang tidak menggunakan masker, baik pedagang maupun pembeli mereka dilarang masuk pasar.

Selain itu, lanjut dia, nantinya pasar-pasar tersebut akan dilakukan pemantauan setiap hari. Hebi mengaku sudah koordinasi dengan Dirut PD Pasar Surabaya dan camat untuk memantau sesuai dengan protokol.

“Kita antisipasi untuk PSBB yang akan dimulai Selasa (28/4/2020),” katanya.

Hebi mengatakan setiap pasar juga disiapkan alat pengukur suhu tubuh oleh petugas yang berada di pasar tersebut.

“Semua yang masuk pasar dicek suhu tubuhnya. Lebih dari 38 derajat dilarang masuk,” katanya. (ant/ang)
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
29o
Kurs