Minggu, 28 November 2021

Alasan Penundaan Vaksinasi Covid-19 Kelompok Lansia Rentan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Lansia bersiap menerima vaksinasi Covid di Puskesmas Pakis, Surabaya, Selasa (23/2/2021). Vaksin Covid-19 tahap kedua awal ini khusus diberikan kepada lansia tanpa komorbid bawaan. Foto: Anton suarasurabaya.net

Pemerintah melalui Program Vaksinasi Nasional menuju percepatan Indonesia Pulih dari Covid-19 menempatkan lansia sebagai salah satu prioritas menerima vaksin Covid-19. Tetapi, tak semua dari kalangan tersebut bisa divaksin, misalnya kelompok lansia renta atau rapuh.

Melansir Antara, Minggu (6/6/2021) Lazuardhi Dwipa Dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri dari Rumah Sakit Hasan Sadikin mengatakan, keputusan ini terkait aspek keamanan.

Berdasarkan laporan kasus di Norwegia sekitar pertengahan Januari lalu menyatakan 33 orang berusia 75 tahun ke atas meninggal setelah menerima vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNtech merupakan mereka yang renta.

Kondisi renta atau frailty sendiri sudah menjadi masalah kesehatan yang bisa menganggu kualitas hidup para lansia, apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini. Dampak buruk renta antara lain membuat lansia bergantung pada orang lain dan meningkatkan kerentanan mereka pada suatu penyakit sehingga berujung kualitas hidup yang buruk.

Di sisi lain, menurut Lazuardhi, hal ini disebabkan karena vaksin Covid-19 dikelaurkan dalam kondisi gawat darurat, sehingga penelitiannya dilakukan dalam skala kecil, meski sudah sah karena sudah memenuhi kriteria validitas penelitian.

“Tetapi, yang diteliti lansia sehat. Belum ada penelitian khusus lansia dengan multikomorbid apalagi renta. Ada laporan di Norwegia kematian pasien lansia setelah divaksin. Memang jumlahnya tidak signifikan, tetapi karena ini vaksin baru maka menjadi perhatian. Dan setelah diselidiki pemerintah Norwegia, yang meninggal lansia renta,” kata dia.

Setelah dipelajari, ternyata tidak ada hubungan langsung antara vaksin Covid-19 dengan kerentaan. Walau begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyarankan setiap negara memperhatikan kondisi populasi renta karena vaksin bisa menimbulkan efek samping atau KIPI.

Selain masalah keamanan, efektivitas vaksin yang menurun pada lansia renta juga menjadi pertimbangan. Oleh karena itu, merujuk aspek manfaat yang menurun dan keamanannya yang belum diketahui pasti, maka PERGEMI pun menyarankan penundaan vaksinasi Covid-19 pada lansia renta.

“Pada pasien renta, KIPI ringan seperti demam, stres ringan bisa jatuh pada berat. Prinsip kehati-hatian, makanya kami sarankan ditunda dulu. Kecuali nanti banyak penelitian yang menunjukkan ini aman,” demikian ujarnya.(ant/frh/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
25o
Kurs