Selasa, 11 Agustus 2026

Antisipasi Virus Omicron, Pemprov Jatim Gencarkan Whole Genome Sequencing

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi Whole Genome Sequencing. Foto: Antara

Dokter Makhyan Jibril Alfarabi Staf Khusus Rumpun Kuratif Satgas Covid-19 Jatim memastikan, Pemprov Jatim menaruh atensi khusus dalam mengantisipasi masuknya virus Covid-19 varian Omicron.

Salah satu bentuk antisipasinya, dengan terus melakukan deteksi keberadaan virus melalui metode whole genome sequencing (WGS) terhadap pasien Covid-19 dengan CT Value di bawah 20.

“Kita sudah pernah melakukan itu untuk menemukan vairan-varian seperti Alfa, Delta, dan Delta Plus,” kata Jibril ketika dihubungi melalui telepon, Senin (29/11/2021).

Dia memastikan, sampai sekarang belum ada temuan pasien Covid-19 yang terpapar virus varian Omicron, yang pertama kali ditemukan di sejumlah negara di Afrika, di Jawa Timur.

Jibril memaparkan, perlakuan khusus akan diterapkan atas hasil usap pasien positif Covid-19 yang memiliki nilai CT rendah. Sebab, semakin rendah CT Value, pasien itu makin infeksius (mudah menularkan virus).

“Kalau ada pasien yang terdeteksi memiliki CT Value di bawah 20, kami akan kirim ke Universitas Airlangga untuk dilakukan WGS. Dengan demikian, kami bisa memetakan temuan dan lokasinya,” kata dia.

Tidak hanya menggencarkan WGS, Pemprov Jatim mengikut perintah dari Pemerintah Pusat telah menutup akses masuk bagi WNI yang datang dari negara-negara yang diwaspadai, terutama dari Afrika Selatan.

“Tidak hanya dari Afsel, tapi juga dari negara lain tempat penyebaran Varian Omicron. Bandara Internasional Juanda sudah tutup. Jalur perjalanan laut yang harus diwaspadai,” katanya.

Bukannya tidak menerima pelaku perjalanan dari luar negeri, kalau ada yang sudah datang ke Jatim, Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan semua sektor agar penerapan isolasi dilaksanakan.

Siapa saja yang datang atau pulang dari luar negeri, termasuk para Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus menjalani isolasi untuk beberapa waktu sebagaimana prosedur yang berlaku.

“Juanda memang sudah ditutup, tapi di pelabuhan, kan, ada kemungkinan masih ada pelaku perjalanan internasional. Kalau ada, mereka akan kami isolasi dulu sebagai antisipasi virus varian baru,” ujar Jibril.(den/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Selasa, 11 Agustus 2026
30o
Kurs