Minggu, 28 November 2021

Dukung Percepatan Vaksin Gotong Royong, Unicef Tawarkan Kolaborasi dengan Kadin Jatim

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Adik dwi Putranto Ketua Umum Kadin Jawa timur (kiri). Saat menerima Ermi Ndoen Kepala Perwakilan United Nations Children's Fund (Unicef) Pulau Jawa (kanan) di Graha Kadin Jawa Timur. Foto: Kadin Jatim

Ermi Ndoen Kepala Perwakilan United Nations Children’s Fund (Unicef) Pulau Jawa menyatakan komitmennya memberikan dukungan atas percepatan pelaksanaan vaksin gotong royong yang bakal digelar, yaitu berupa pendampingan teknis dengan membuat platform data (dashboard). Platform ini berfungsi untuk memudahkan mitigasi kebutuhan dan pemberian vaksin bagi industri di Jatim.

Melalui keterangan tertulis, Armunanto menjelaskan, dashboard adalah salah satu aplikasi untuk susuan perencanaan pemberian vaksin gotong royong, yang meliputi data perusahaan di Jatim yang ada dibawah koordinasi Kadin, jumlah karyawan dan berapa besar kemampuan finansial mereka untuk membayar biaya vaksin, berapa vaksin yang datang pertama dan mana perusahaan yang harus lebih dahulu mendapatkannya.

“Kami ingin mensinergikan dan menyelaraskan ide pemerintah untuk mempercepat cakupan vaksinasi di Jatim melalui jalur mandiri, vaksin gotong royong. Dengan harapan ketika cakupan vaksinasi berhasil mencapai lebih 85 persen, maka herd immunity atau kekebalan kelompok bisa terjadi di Jatim. Yang akhirnya untuk pengendalian covid bisa dilaksanakan bersama-sama sehingga kita bisa hidup bersama dengan virus yang kita takuti,” ujar Ermi Ndoen saat berkunjung ke Graha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Surabaya, Jumat (21/5/2021), bersama Armunanto Child Survival and Development Specialist Unicef.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Ermi Ndoen bahwa prinsip Unicef adalah mensupport bagaimana covered vaksinasi cepat terpenuhi dan tercapai.

“Jadi prinsipnya ini kan semua berkontribusi, termasuk pengusaha. Dan konsennya pengusaha itu kan bagaimana ekonomi bisa berjalan. Tetapi dilain pihak, kalau ekonomi jalan dan belum divaksinasi kan itu menjadi salah satu tantangan. Untuk itu, kami mempercepat supaya pemberian vaksinasi gotong royong. Kalau sudah diaplikasi di Jatim, kami bisa membantu membuat perencanaan yang baik, pelaksanaan yang baik sehingga dengan vaksin yang terbatas dan susah didapat ini bisa optimal untuk Jatim,” tandas Ermi.

Menanggapi tawaran kerja sama itu, Adik Dwi Putranto Ketua Umum Kadin Jatim menyatakan sangat berterima kasih karena upaya itu pasti akan sangat membantu Kadin Jatim dan pengusaha di Jatim pada umumnya dalam melaksanakan vaksin gotong royong.

“Tawaran kerja sama dari Unicef ini sangat bagus dan kami berterima kasih karena distribusi vaksin ini memang perlu dipantau agar distribusi lebih tertata, mulai dari berapa kebutuhan dan berapa vaksin yang didapat. Ini dalam rangka menyiapkan fasilitas kesehatan agar tidak bergerombol dan lain sebagainya,” ujar Adik.

Ini penting karena tidak mungkin perusahaan besar di luar Surabaya datang ke Surabaya untuk pemberian vaksin kepada karyawan. Sehingga hal ini perlu difasilitasi oleh faskes daerah. “Kalau faskes daerah tidak mencukupi perlu didukung mobile care dari Surabaya agar pemberian lebih tersistematis,” tandasnya.

Hingga periode ketiga pendaftaran, jumlah perusahaan yang telah mendaftar vaksin gotong royong melalui online Kadin Indonesia hampir mencapai 1.800 perusahaan dengan kisaran jumlah karyawan sebanyak 500 ribu orang. Sementara di Jatim, sesuai data BPS, ada 816.804 perusahaan dengan karyawan mencapai 3,186 juta orang.

Adik menegaskan, sejauh ini Kadin Jatim sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan sejumlah faskes di Surabaya dan luar Surabaya, di antaranya RS Premier, RS PHC, RS Siti Hajar Sidoarjo, RS Semen Gresik dan beberapa klinik faskes lainnya.

Sementara untuk wilayah Kediri, Kadin juga sudah berkordinasi tentang kecukupan rumah akut di sana untuk menjangkau pelaksanaan vaksin gotong royong.

“Kediri sangat penting karena ada satu perusaan yang telah mendaftar dengan jumlah karyawan yang akan divaksin sekitar 40 ribu karyawan,” ungkap Adik.

Di sisi lain, Kadin Jatim juga akan membuat Centra Vaksin Gotong Royong yang akan menjadi lokasi pemberian vaksin bagi industri dengan jumlah karyawan tidak banyak.

“Ini baru kami bicarakan dengan teman-teman yang memiliki faskes dan akan kami sampaikan kepada gubernur. Karena gubernur juga menunggu informasi dari kami,” ujarnya.(iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
25o
Kurs