Rabu, 8 Desember 2021

Emil Dardak: PPKM Ibarat Atasi Selang Bocor

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM Darurat Jawa-Bali yang berlangsung hingga 20 Juli mendatang menurut Emil Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur ibarat mengatasi selang air yang bocor.

“Kalau kita ngerem ibarat selang, kalau bocornya kenceng, susah. Caranya gimana dikecilin dulu airnya terus bocornya ditutup jempol, akhirnya bisa kalau debitnya gak terlalu kencang,” katanya pada Radio Suara Surabaya, Minggu (4/7/2021).

Untuk menghilangkan Covid-19 saat ini, menurutnya sulit sekali. Lebih lagi, masyarakat butuh penghidupan. Tapi kalau dibiarkan terus menerus juga akan semakin buruk.

“Makanya kemudian kita harus bisa menutup lubang itu dengan jari kita, maka airnya kita kurangi. Nah ini yang kita lakukan, kita kurangi dulu tekanannya sehingga jempol kita ini bisa nahan,” jelasnya.

Mengenai PPKM Darurat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya dan Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor Bupati Sidoarjo menggelar rapat terkait aturan perjalanan selama PPKM berlangsung.

“Cak Eri ini kan juga concern kalau ada pejalan-pejalan yang melanggar aturan PPKM Darurat, masuk ke Surabaya. Cuma ini nge-cek nya kan sulit, kalau emang dia kerja. Orang Sidoarjo yang kerja di Surabaya, kan, banyak dan menggerakkan ekonomi Surabaya juga,” tambahnya.

Emil mengungkapkan, Eri Cahyadi telah berkoordinasi dengan Gus Muhdlor dan akhirnya bersepakat mengambil kebijakan terkait pelaku perjalanan selama masa PPKM Darurat.

“Akhirnya memang sepakat, kantor-kantor itu nanti kalau emang dia tidak memenuhi kriteria mengenai esensial atau kritikal, maka kemudian harus diingatkan. Tapi kita juga tetep nih yang plat W misalnya ya itu tetep secara acak di cek juga, ini pergi arep dolan (mau main) apa arep nyambut gawe (mau bekerja),” katanya.

Ngkok ae lah (nanti saja lah), mangke mawon (nanti saja), jangan, karena sekarang lebih baik di rumah aja. Kalau misalnya semua pergi mau dolan (main) kan bahaya. Terus arep dolan nang ndi (mau main ke mana) gitu. Ini sekarang semua juga podo gak isok (sama-sama tidak bisa). Mendingan sekarang pesan lewat online aja,” ucapnya berbahasa jawa.

Emil meminta masyarakat menerapkan PPKM dengan maksimal agar membuahkan hasil yang maksimal pula. “Ini harapan kami, dua minggu ini akan membawa hasil,” ucapnya.

Selain aturan pelaku perjalanan, aturan terkait tracing selama PPKM juga tengah difokuskan pemerintah, yaitu dengan melakukan tracing ke 15 orang setiap ada temuan satu kasus positif.

“Cakupan testingnya dimandatkan lo itu, tracing itu minimal 15 kalau ada satu pasien yang psoitif. Nah itu kan harus kita pertanggungjawabkan hasil tracingnya kepada pusat untuk dipantau. Jadi kalau ada daerah yang kasusnya kecil tapi tracing nya kecil jangan-jangan itu karena jarang ngetest aja,” ujarnya.(frh/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Rabu, 8 Desember 2021
26o
Kurs