Senin, 4 Juli 2022

Kematian Covid India Tembus 1/4 Juta, Tak Ada Tanda Sudah di Puncak

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Lapangan disiapkan untuk kremasi masal bagi mereka yang meninggal akibat terinfeksi virus corona (Covid-19) di New Delhi, India, Rabu (8/4/2021). Gambar diambil menggunakan drone. Foto: Reuters/Danish Siddiqui

India pada Rabu (12/5/2021) mencatat rekor kematian harian Covid-19, sehingga angkanya menembus seperempat juta, saat seorang ahli virus terkemuka menuturkan bahwa terlalu dini untuk mengatakan jika infeksi mencapai puncaknya.

Tercatat penambahan 4.205 kematian dan 348.421 infeksi Covid-19, dengan keseluruhan jumlah kasus mencapai 23 juta lebih, menurut data Kementerian Kesehatan. Kendati demikian, para ahli percaya jumlah resmi mengabaikan skala sesungguhnya dari dampak epidemi, dan kematian serta infeksi yang sebenarnya bisa 5-10 kali lipat lebih banyak.

Kurva infeksi Covid-19 India kemungkinan menunjukkan tanda-tanda awal mendatar, namun penurunan jumlah infeksi baru sepertinya akan lamban, menurut Shahid Jameel, ahli virus senior India.

“Terlalu cepat untuk mengatakan apakah kami telah mencapai puncak,” katanya seperti dikutip Antara dari surat kabar Indian Express. “Terdapat sejumlah indikasi kasus mereda. Namun kita jangan sampai lupa bahwa ini adalah dataran yang sangat tinggi. Kami sepertinya mendatar di sekitar 400.000 kasus per hari.”

India, yang berpenduduk 1,4 miliar jiwa, saat ini menyumbang 1 dari 3 kematian Covid-19 yang dilaporkan di seluruh dunia, menurut hitungan Reuters. Rumah sakit, staf medis, kamar mayat dan krematorium di India kewalahan. Obat dan oksigen medis juga mengalami kelangkaan.

Gelombang kedua Covid-19 yang mengganas telah menyebar dari kota besar ke kota-kota kecil dan perdesaan.

Dalam laporan yang dipublikasi pada Rabu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian B1617 yang pertama kali muncul di India terdeteksi di sedikitnya 44 negara hingga saat ini. Lembaga kesehatan global itu mengklasifikasikanya sebagai “varian yang menjadi perhatian”, yang mengharuskan analisis serta pelacakan yang ketat.

Gelombang kedua pandemi India meningkatkan seruan penguncian nasional sekaligus memicu lebih banyak negara bagian untuk memberlakukan pembatasan Covid-19 yang lebih ketat, yang membuat usaha dan perekonomian semakin babak belur.(ant/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 4 Juli 2022
28o
Kurs