Senin, 27 Juni 2022

Khofifah Minta Dinkes Jatim Memastikan Kondisi Penyimpanan Vaksin di Daerah

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Sebanyak 77.760 dosis vaksin Covid-19 Sinovac untuk Jatim sudah tiba di Kantor Dinkes Jatim Jalan A. Yani Surabaya, Senin (4/1/2021). Foto; Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur yang sedang isolasi mandiri karena terjangkit Covid-19 tetap mengkoordinir pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Jatim.

Seperti diketahui, hari ini, Senin (4/1/2021), sebanyak 77.760 dosis vaksin Covid-19 Sinovac untuk Jatim sudah tiba di Kantor Dinkes Jatim Jalan A. Yani Surabaya.

Seiring datangnya vaksin Covid-19 itu, Senin pagi tadi Khofifah memimpin rapat koordinasi awal tahun secara virtual. Salah satunya berkaitan imunisasi Covid-19.

Salah satu yang dia soroti adalah ketersediaan cold chain atau rantai dingin distribusi vaksin di Jatim. Baik lemari es, termos pembawa vaksin, dan lain-lain.

Dia memastikan, ruang pendingin, lemari es, vaccine carrier (termos pembawa vaksin), juga pengukur suhu sudah siap di setiap kabupaten/kota di Jatim.

“Saya minta Kadinkes memastikan, kondisi lemari pendingin dan termos pembawa vaksin dalam keadaan baik. Kalau ada yang rusak harus segera diganti,” katanya.

Dia bilang, hasil inventarisasi cold chain vaksin, di Jatim sudah ada 1.308 unit lemari es penyimpan vaksin yang juga sudah dia pastikan dalam kondisi baik.

Sedangkan untuk vaccine carrier, total yang tersedia di Jawa Timur saat ini mencapai 12.903 unit dan juga sudah dipastikan dalam kondisi baik.

“Sudah saya sampaikan tadi saat rakor virtual hari ini soal tim vaksinator dan cold chain serta vaccine carrier. Hari ini juga kami akan rakor khusus soal distribusi dan pelaksanaan vaksinasi,” tegas Khofifah.

Khofifah bersyukur jatah vaksin untuk Jatim sudah tiba, hari ini. Prioritas vaksin di tahap awal ini adalah SDM kesehatan yang jumlahnya mencapai 196.459 orang.

“Vaksin yang kami terima 77.760 dosis. Di tahap pertama ini cukup untuk 38.880 orang, karena setiap orang vaksin dua kali. Jadi baru cukup untuk 19,79 persen SDM Kesehatan di Jatim,” katanya.

SDM kesehatan, kata dia, memang jadi sasaran prioritas pertama karena mereka jadi garda terdepan pelayanan, penanganan, dan penanggulangan Covid-19.

Soal kesiapan pelaksanaan vaksinasi, Khofifah kembali menyampaikan bahwa Pemprov Jatim bersama Pemkab/Pemkot se-Jatim sudah menyiapkan 2.404 tenaga vaksinator untuk imunisasi vaksin covid-19.

Dia juga bilang, mulai hari ini, jumlah tenaga vaksinator di Jatim segera ada tambahan karena sedang berlangsung pelatihan untuk 73 angkatan, yang mana setiap angkatan terdiri dari 100 orang calon vaksinator.

“Pelatihan tenaga vaksinator ini sampai 19 gelombang. Di 968 puskesmas yang ada sebanyak 2.904 petugas, dan di 435 rumah sakit dengan total 4.350 orang. Jadi nanti setelah pelatihan, jumlah vaksinator akan bertambah menjadi 7.254 orang dengan kondisi telah bersertifikat,” ujarnya.

Khofifah kembali berpesan kepada masyarakat Jatim untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 3M secara ketat meskipun vaksin Covid-19 untuk Jatim sudah datang.

Dia tegaskan, jumlah vaksin masih sangat terbatas dan pelaksanaan vaksinasi yang dijadwalkan pekan ketiga Januari masih harus menunggu izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).(den/iss/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 27 Juni 2022
30o
Kurs