Selasa, 26 Oktober 2021

Menhub Minta Operator Transportasi Memitigasi Prakiraan Cuaca di Tengah Cuaca Ekstrem

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Budi Karya Sumadi Ilustrasi. Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI. Foto : TV Parlemen

Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan meminta operator transportasi, terutama laut dan udara untuk memitigasi prakiraan cuaca demi memastikan keselamatan perjalanan di masa cuaca ekstrem ini.

“Operator harus melakukan mitigasi ramalan cuaca, dan merekomendasikan penerbangan atau perjalanan laut untuk menentukan kapan perjalanan,” kata Menhub dalam sambutannya pada webinar yang bertajuk Waspada Cuaca Ekstrem di Sektor Transportasi, Selasa (2/2/2021).

Budi menyampaikan berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi hingga 6 April 2021.

Pasalnya, ia menegaskan bahwa cuaca ekstrem sangat mempengaruhi operasional transportasi, terutama perjalanan laut dan udara.

“Karena itu, Kemenhub membutuhkan koordinasi semuanya, seperti BMKG dan operator, terutama di laut dan udara,” ujar Menhub dilansir Antara.

Dia menambahkan tugas Kemenhub yakni memastikan bagaimana keselamatan transportasi dilakukan.

“Kita harus melakukan supervisi agar kita bisa meningkatkan keselamatan, kenyamanan untuk penggunaan transportasi. Kita tahu di sektor laut dan udara ada asosiasi. Pilot harus tahu informasi dari BMKG, bagaimana flight plan (rencana penerbangan), untuk sektor darat juga harus mengetahui titik-titik longsor. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk merespons mitigasi,” katanya.

Menhub juga mengatakan informasi ramalan cuaca dari BMKG harus sampai kepada pemangku kepentingan di daerah, terutama di wilayah yang terdampak cuaca ekstrem untuk pelayaran, seperti Papua.

“Kita proaktif, alhamdulillah koordinasi cukup bagus info BMKG, BNPB secara langsung diketahui syahbandar di Papua dan Aceh, “ katanya.

Budi juga mengimbau kepada BMKG agar informasi tentang ramalan cuaca bisa didapat dengan mudah oleh masyarakat dengan menggunakan media sosial.

“Sebagai leading sector, BMKG harus dekat dengan masyarakat, ada anak-anak muda yang membuat Instagram untuk sosialisasi, sehingga informasi cuaca ini selalu mendapatkan respons yang baik,” ujarnya.(ant/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Selasa, 26 Oktober 2021
30o
Kurs