Senin, 15 Agustus 2022

PDIP Ajak Anak Muda Resapi Pementasan Ketoprak dan Wayang

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Pertunjukan ketoprak dengan lakon Gajah Mada bersama Wayang Orang Bharata dengan tema Pemulihan Kesenian Nasional Seniman Bangkit di Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata, Jakarta Pusat, Sabtu (6/11/2021) malam. Foto: Istimewa

DPP DPI Perjuangan (PDIP) menggelar pertunjukan ketoprak dengan lakon “Gajah Mada” bersama Wayang Orang Bharata dengan tema “Pemulihan Kesenian Nasional Seniman Bangkit”.

Kegiatan ini secara khusus digelar Badan Kebudayaan Nasional (BKN) di Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata, Jakarta Pusat, Sabtu (6/11/2021) malam, untuk memperingati Sumpah Pemuda.

Hasto Kristiyanto Sekjen PDIP mengatakan partai banteng moncong putih menaruh perhatian terhadap kesenian dan kebudayaan nusantara.

Dia mengatakan, Megawati Soekarnoputri Ketua Umum telah menyampaikan berulangkali kepada seluruh kader betapa penting melestarikan kebudayaan.

Hal itu pun menjadi perhatian dari Prananda Prabowo dan Puan Maharani Ketua DPP PDIP.

“Ibu Mega menaruh rumah budaya sebagai hal yang penting bagi eksistensi rumah partai. Mas Prananda Prabowo misalnya sebagai kepala situation room itu juga menaruh perhatian besar terhadap kebudayaan. Mbak Puan Maharani juga membantu seluruh tim Wayang Orang Bharata dengan berbagai bantuan-bantuan kemanusiaan selama pandemi,” kata Hasto.

Dia menjelaskan, ketoprak kali ini mengangkat tema Gajah Mada yang identik dengan cerita di balik Sumpah Pemuda.

Menurut Hasto, Gajah Mada melalui Sumpah Palapa mampu menyatukan nusantara kala itu. Begitu juga semangat Sumpah Pemuda yang menyatukan nusantara sebagai satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa.

“Pada saat bersamaan, kami mendorong seluruh esensi kebudayaan nusantara kita ini untuk kami angkat. Untuk kami gelorakan kembali agar memperkuat jati diri bangsa. Dalam ketoprak ini tampil seluruh aspek kesenian itu,” jelas dia.

Politikus asal Yogyakarta itu juga mengajak semua masyarakat Indonesia, khususnya pemuda untuk melihat secara menyeluruh penampilan ketoprak atau wayang.

Karena menurutnya, ada ekspresi dalam penampilan tokoh, kekayaan dialog, kemampuan mendendangkan lagu, drama, dan menari.

“Prinsipnya justru kalau generasi muda melihat seluruh elemen dari seni kita, sebenarnya tersajikan suatu perpaduan yang sangat menarik. Bagaimana gamelan misalnya. Ini, kan, mencerminkan peralatan musik yang beraneka rupa, tetapi mampu membangun keharmonian dan kemudian nanti terjadi sinergi dengan pemain ketopraknya,” jelas dia.

Dari nilai-nilai itu, alumnus UGM itu juga menyatakan, pihaknya sangat menghormati pelaku seni, khususnya seniman di Wayang Orang Bharata.

Dia mengatakan, para pelaku seni itulah yang membangun watak kebudayaan nusantara sekaligus sebagai pihak paling terdampak selama pandemi.

“Karena itulah, kami menaruh rasa hormat, apalagi dengan kami lihat Bharata dalam situasi pandemi, Wayang Orang ini juga mengalami kesulitan. Maka kami membantu,” jelas dia.

Ketoprak ini diselenggarakan secara hybrid oleh BKN PDIP. Megawati dan para kader PDIP juga menyaksikan acara ini secara daring.

Sedangkan di lokasi hadir Ario Bimo Kepala BKN Pusat, Rano Karno Sekretaris, dan Vita Ervina Bendahara bersama masyarakat pecinta seni.

Di tengah adegan ketoprak, di luar skenario, seniman mengajak Hasto, Rano dan Bimo ke atas panggung untuk ikut bernyanyi dan berdialog.

Hal ini lantas membuat penonton terpingkal-pingkal. Mereka bertiga meyakinkan para seniman bahwa PDIP peduli seni dan budaya.(faz/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Senin, 15 Agustus 2022
27o
Kurs