Rabu, 8 Desember 2021

Pemerintah Pusat Targetkan Pengembangan Vaksin Merah Putih Unair Tuntas Desember 2021

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Vaksin Merah Putih. Foto: Ilustrasi

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, pemerintah pusat melalui Luhut Binsar Panjaitan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi menargetkan pengembangan Vaksin Merah Putih yang diinisasi Universitas Airlangga (Unair) tuntas pada Desember 2021 mendatang. Sehingga awal 2022 vaksin itu bisa diproduksi massal.

Luhut Menko Marves menyatakan itu saat membahas perkembangan riset vaksin dalam negeri itu bersama tim riset vaksin Merah Putih Covid-19 Unair dan RSUD Dr Soetomo di Ruang VVIP Room Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Selasa 27 April 2021 lalu.

Hadir dalam pertemuan itu Prof Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih Koordinator Produk Riset Covid-19. Selain itu ada tim riset lainnya seperti Prof. Dr. Cita Rosita Sigid, Dr. dr. Laksmi Wulandari, Dr. dr. Damayanti Tindo, Dr Joni Wahyuhadi Direktur RSUD Dr. Soetomo, tim Unair Surabaya dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim.

Dalam pertemuan itu Tim Riset Unai menjelaskan, ada tiga skala pada tahapan awal produksi Vaksin Merah Putih Covid-19 itu. Yakni skala laboratorium, skala pilot dan skala industri. Tim Riset Unair menyebutkan, skala laboratorium untuk menghasilkan seed vaccine (benih vaksin) telah dilakukan oleh Unair.

Skala selanjutnya, yakni skala pilot adalah tahapan uji tantang sejumlah varian virus SARS CoV-2 yang sudah ditemukan pada pasien Covid-19 di Indonesia. Baik yang berasal dari Inggris maupun dari India. Beberapa varian itu akan diuji coba kepada hewan kecil mencit (tikus) dan hewan besar maccaca (kera) yang sudah disuntik vaksin Merah Putih.

Terakhir, skala industri akan dilakukan mitra industri Unair yakni PT. Biotis Pharmaceutical. Termasuk soal penyiapan standar produksinya. “Prinsipnya Pemprov Jatim siap mendukung suksesnya riset ini sampai final,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Sabtu (1/5/2021).

Untuk mendorong percepatan produksi Vaksin Merah Putih Unair itu, Luhut Binsar Menko Marves mengagendakan rapat periodik setiap bulan agar target produksi vaksin merah putih sesuai dengan rencana. “Kalau bisa Desember sudah selesai sehingga awal tahun 2022 sudah bisa diproduksi,” kata khofifah.

Ni Nyoman Tri Puspaningsih Koordinator Produk Riset Vaksin Covid-19 Merah Putih itu menjelaskan, saat ini pemberian dosis kedua vaksin terhadap hewan kecil Mencit sudah dalam tahap observasi. Rencananya, dalam waktu dekat ini tim riset akan memberikan dosis pertama terhadap hewan besar, yakni Maccaca (kera).

Penelitian tahap awal vaksin Covid-19 yang disuntikkan ke hewan percobaan di laboratorium, lanjut Ni Nyoman, untuk mengetahui efektivitas dan keamanannya. “Selama riset, para peneliti juga mengkaji apakah vaksin ini layak dipakai atau memiliki efek samping tertentu,” kata Prof Dr Cita Rosita tim riset vaksin yang juga Wakil Direktur RSUD Dr Soetomo.

Jika ketiga tahapan produksi vaksin telah siap, tahap selanjutnya adalah fase uji klinis yang terbagi menjadi empat tahapan. Cita Rosita menjelaskan, pada tahap uji klinis Fase I vaksin disuntikkan ke beberapa sukarelawan (orang dewasa) dalam kondisi sehat. Hal itu dilakukan untuk menguji keamanan vaksin Covid-19 dalam tubuh manusia.

“Jika dinyatakan aman dan efektif, vaksin itu bisa memasuki uji klinis fase kedua,” katanya. Pada uji klinis fase II pengujian vaksin Covid-19 dilakukan ke lebih banyak sukarelawan agar sampel yang didapat lebih beragam. “Sampel ini akan diteliti dan dikaji ulang oleh peneliti terkait efektivitas, keamanan, dosis vaksin yang tepat, serta respons sistem imun tubuh terhadap vaksin yang diberikan,” katanya.

Setelah lulus uji klinis fase II, vaksin akan memasuki tahap uji klinis fase III. Pada penelitian ini, vaksin akan diberikan kepada lebih banyak orang dengan kondisi yang lebih bervariasi. Setelah itu, para peneliti akan memantau respons kekebalan tubuh para penerima vaksin serta memantau apakah terdapat efek samping vaksin dalam jangka waktu lebih panjang.

“Penelitian ini memang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun,” kata Prof Cita. “Pada tahap ini, mengingat situasi mendesak dan emergency karena pandemi, vaksin sudah bisa mendapatkan izin edar (UEA) dari BPOM untuk diberikan kepada manusia.”

Para tim riset Vaksin Merah Putih menyatakan, setelah uji klinis fase I sampai III dinyatakan aman dan efektif, maka tahapan selanjutnya memasuki fase ke IV, yakni pengawasan pemasaran.

Pada proses pengembangan vaksin merah putih ini, tim riset Unair juga bekerja sama dengan RSUD Dr. Soetomo. Dr Joni Wahyuhadi Direktur RSUD Dr Soetomo mengatakan, kalau fase II dinyatakan berhasil, aman dan efisien, pengembangan vaksin merah putih dilanjutkan ke fase III, yakni manusia.

“Pada fase ketiga, seluruh rumah sakit di Jatim akan dilibatkan,” jelasnya. Dia juga menegaskan, RSUD DR Soetomo pada tahap pertama pengembangan vaksin merah putih turut melakukan pengawasan. “Jadi, timnya terdiri dari Unair dan Dr. Soetomo,” kata Joni.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Rabu, 8 Desember 2021
24o
Kurs