Minggu, 14 Agustus 2022

Pemkab Sidoarjo Sediakan Sembilan Posko Terpadu Isolasi Mandiri

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Arsip Foto. Petugas merapikan tempat Isolasi mandiri di Kampung Tangguh Semeru di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (9/1/2021). Foto: Antara

Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo mengatakan, pemkab Sidoarjo sudah menyiapkan sembilan shelter posko terpadu bagi warga yang rumahnya tidak representatif untuk isolasi mandiri.

Sembilan posko itu ada di Hotel Delta Mayang, SMP Negeri 2 Sidoarjo, SMP Negeri 2 Taman, Mal Pelayanan Publik, Puskesmas Sedati, Puskesmas Porong, Rusunawa Tambak Kemerakan Krian, dan dua lagi di Tambaksawah dan Kurekwaru.

“Ada sembilan tempat shelter. Untuk masyarakat yang rumahnya tidak representatif untuk isoman diharapkan ke shelter,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor itu dalam gelar wicara Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo di Radio Suara Surabaya, Kamis (22/7/2021).

Di sembilan shelter itu, kata Muhdlor, penanganan pasien Covid-19 tingkat menengah dimaksimalkan. Artinya, bukan sekadar untuk merawat pasien tanpa gejala, tapi juga dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang memadai agar warga tidak perlu ke rumah sakit.

“Terutama daerah MPP (mal pelayanan publik) sama Puskesmas Sedati sesuai dengan kawedanan daerah utara, tengah dan barat ini nanti kelasnya menengah, dilengkapi tabung (oksigen) dan dokter selama 24 jam,” terangnya.

Sedangkan di Sidoarjo Kota, ada dua shelter untuk OTG dan satu untuk penanganan pasien Covid-19 tingkat menengah yang disiapkan.

Termasuk di beberapa kecamatan, juga akan dibuka shelter karena di kawasan padat penduduk di Sidoarjo banyak rumah yang tidak representatif untuk isolasi mandiri.

Pihaknya mengungkapan, untuk tingkat keterisian tempat di shelter-shelter tersebut tidak begitu tinggi. Namun BOR ICU di rumah sakit angkanya mencapai 96 persen, sedangkan BOR ruang isolasi sebanyak 86 persen.

Ini yang melatarbelakangi dibukanya shelter untuk penanganan pasien Covid-19 tingkat menengah.

Selain itu Pemkab Sidoarjo akan menyiagakan dapur umum untuk memberikan permakanan bagi warga yang menjalani isolasi di sembilan shelter itu selama dua kali sehari.

Muhdlor menambahkan, pihaknya telah membuka posko satgas Kabupaten Sidoarjo yang buka 24 jam di Pendopo Sidoarjo yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bertanya atau menyampaikan keluhan.

Dalam kesempatan itu Muhdlor juga menyatakan tidak semua puskesmas di Sidoarjo melayani tes usap PCR. Bahkan tidak ada layanan usap PCR di puskesmas di Sidoarjo.

Layanan tes usap PCR Kabupaten Sidoarjo ada di RSUD Sidoarjo, RS Siti Hajar, dan RS Mitra Keluarga.

Dia juga bilang, hal itu mengacu pada keputusan menteri kesehatan (KMK) terbaru yang menyatakan tes cepat antigen bisa jadi acuan seseorang positif atau negatif Covid-19.

“Biarkan PCR digunakan untuk orang yang membutuhkan karena ada limit per hari. Kasihan nakes-nya. Kayak di RSUD Sidoarjo, (dalam sehari) 280 (orang) yang di tes,” terangnya.(dfn/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Minggu, 14 Agustus 2022
25o
Kurs