Senin, 20 September 2021

Perhimpunan Dokter Spesialis Merekomendasikan PPKM Menyeluruh dan Serentak di Pulau Jawa

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi PPKM. Grafis: suarasurabaya.net

Lima perhimpunan dokter-dokter spesialis merekomendasikan pemerintah pusat memberlakukan PPKM secara menyeluruh dan serentak terutama di Pulau Jawa.

Kelima perhimpunan itu terdiri dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI).

dr. Muhammad Miftahussurur, M.Kes., Sp.PD, Ph.D, anggota Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam mengatakan, kasus Covid-19 saat ini memang meningkat tajam. Tidak hanya di Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Jawa Timur, tapi tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di semua rumah sakit naik.

“Jika dibandingkan dengan data Mei 2021 ada peningkatan sampai 500 persen. Peningkatan ini juga diikuti peningkatan kematian pasien. Ibaratnya second wave tapi second wave-nya khusus,” ujar dokter Miftah yang juga Wakil Rektor Universitas Airlangga itu kepada Radio Suara Surabaya.

Data yang disampaikan dokter Miftah ini sesuai siaran pers Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) yang menyebutkan bahwa berdasarkan data kasus harian dari Satgas Covid-19 pada 15 Mei 2021 angka penambahan kasus Covid-19 yaitu 2.385 kasus. Kemudian kasus perlahan meningkat dan semakin meningkat tajam, tercatat pada tanggal 15 Juni terdapat 8.161 kasus, 16 Juni terdapat 9.944 kasus dan kasus per 17 Juni 2021 sebanyak 12.624 kasus. Jika dibandingkan dengan data 15 Mei, terjadi peningkatan kasus pada tanggal 17 Juni sekitar 500 persen, diikuti dengan peningkatan kasus kematian berkaitan dengan Covid-19.

Berdasarkan dari Dinkes DKI Jakarta Bed Occupation Rate (BOR) untuk ruang isolasi dan ICU sudah hampir penuh. Data sampai tanggal 17 Juni 2021 tercatat sekitar 8.000 tempat tidur isolasi yang tersedia, sudah terisi 8 persen dan ruang ICU sudah terisi 74 persen. Sistem Kesehatan Indonesia dapat colaps jika pihak yang berwenang dan terlibat tidak segera melakukan upaya-upaya maksimal untuk penanganan Covid-19 ini.

Berdasarkan data kasus Covid-19 harian, sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 11 Januari 2021, kasus pada bulan Februari mulai turun. Pada awal-awal Covid-19 hanya di Jakarta, pembatasan kegiatan masyarakat dapat hanya di DKI Jakarta. Namun, setelah merebak, maka pembatasan harus semua wilayah, terutama se-Jawa. Pada awalnya pembatasan dilakukan oleh pemerintah daerah setempat, seperti PSBB, sekarang kewenangan ditentukan oleh pemerintah pusat melalui PPKM. Pemberlakuan PPKM di berbagai wilayah terutama se-Jawa terlihat penurunan angka kasus pada bulan Februari. Namun, saat ini kasus Covid-19 kembali menaik tajam pada bulan Juni dan merebak di berbagai wilayah di Indonesia.

Adapun lima rekomendasi perhimpunan dokter-dokter spesialis yaitu:

  1. Agar pemerintah pusat memberlakukan PPKM secara menyeluruh dan serentak terutama di Pulau Jawa;
  2. Agar pemerintah atau pihak yang berwenang memastikan implementasi serta penerapan PPKM yang maksimal;
  3. Agar pemerintah atau pihak yang berwenang melakukan percepatan dan memastikan vaksinasi tercapai sesuai standar;
  4. Agar semua pihak lebih waspada terhadap varian baru Covid-19 yang lebih mudah menyebar, mungkin lebih memperberat gejala, mungkin lebih meningkatkan kematian dan mungkin menghilangkan efek vaksin. Lakukan Tracing dan Testing dengan lebih massif.
  5. Agar masyarakat selalu dan tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak berpergian jika tidak mendesak, menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan lainnya.(iss/ipg)
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Surabaya
Senin, 20 September 2021
33o
Kurs