Rabu, 17 Agustus 2022

Siswa dan Guru SMP Surabaya yang Sudah PTM di Swab PCR Berkala

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Swab RT- PCR untuk guru dan murid SMP di Surabaya dilakukan selama tiga hari mulai 27-29 Oktober 2021. Foto: Humas Pemkot Surabaya

Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta di Kota Surabaya serentak melakukan pemeriksaan swab PCR berkala bagi satuan pendidikan yang sudah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Pemeriksaan swab PCR ini dilakukan selama tiga hari mulai tanggal 27 – 29 Oktober 2021.

Tri Aji Nugroho Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Sekolah Menengah (Sekmen) Dispendik Kota Surabaya mengatakan, pelaksanaan swab PCR untuk siswa SMP negeri dan swasta ini mengikuti rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 di lingkup pendidikan.

“Jadi di dalam SOP Dinkes Surabaya disampaikan, sekolah yang mendapat rekomendasi PTM supaya dilakukan swab PCR terlebih dahulu. Untuk memastikan seluruh siswa dan gurunya dalam kondisi sehat,” terang Aji, Rabu (27/10/2021).

Aji mengatakan, swab PCR yang digelar Dispendik dan difasilitasi Dinkes Surabaya ini merupakan bagian dari bentuk kehati-hatian Pemerintah Kota Surabaya dalam melaksanakan PTM. Pihaknya memastikan jika dari hasil swab PCR di lingkungan sekolah ada yang positif, itu belum tentu bisa disebut sebuah klaster.

“Kita memastikan, ini kan bentuk dari deteksi dini. Semakin cepat diketahui, semakin cepat penanganannya,” kata Aji.

Aji melanjutkan, setelah hasil tes swab PCR keluar dan dinyatakan seluruhnya negatif, maka Dispendik Surabaya akan mengeluarkan surat rekomendasi PTM. Nantinya dalam surat rekomendasi itu, akan disebutkan pelaksanaan PTM dengan batasan siswa maksimal 25 persen.

Sedangkan siswa yang belajar daring, tidak perlu mengikuti swab PCR, karena tes swab ini hanya untuk siswa yang diizinkan oleh wali murid mengikuti PTM. Sementara untuk sistem belajar mengajarnya masih sama dengan PTM sebelumnya.

Aji menambahkan, ketika guru mengajar PTM di kelas, maka guru juga harus mengajar melalui daring. Pihaknya berharap, dengan cara ini guru akan lebih mudah mengajar para muridnya.

“Sasarannya ada 72.003 siswa SMP negeri dan swasta se-Surabaya, sedangkan jumlah SMP yang sudah melaksanakan PTM total ada 115 sekolah,” kata Aji.(man/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Rabu, 17 Agustus 2022
30o
Kurs