Sabtu, 23 Oktober 2021

Staf Ahli Menkes Apresiasi Penanganan Covid-19 di Surabaya

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya bersama Dokter Andani Eka Putra Staf Ahli Menteri Kesehatan beserta rombonganya di ruang kerja Wali Kota Surabaya, Balai Kota Surabaya, Jumat (23/7/2021). Foto : Humas Pemkot

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyambut dengan hangat kedatangan Dokter Andani Eka Putra Staf Ahli Menteri Kesehatan beserta rombonganya di ruang kerja Wali Kota Surabaya, Balai Kota Surabaya, Jumat (23/7/2021).

Pada kesempatan itu, Eri menjelaskan banyak hal tentang penanganan Covid-19 di Surabaya.

Dia menjelaskan ketika kasus Covid-19 di Surabaya naik dan rumah sakit mulai penuh, dia bersama jajarannya mencari alternatif untuk membuat rumah sakit darurat. Dibuatlah Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT) Kedung Cowek.

“Setelah itu, kami siapkan juga tempat isolasi di setiap kelurahan, dan mulai hari ini kami sudah mengoperasionalkan Rumah Sakit Lapangan di Gor Indoor GBT. Jadi, sekarang di wilayah Surabaya utara dan barat sudah ada tempat isolasi yang lumayan besar,” kata Eri dalam pertemuan tersebut.

Selain itu, ia juga menjelaskan tentang vaksinasi yang terus digeber hingga saat ini. Vaksinasi massal sudah beberapa kali digelar di Surabaya, hingga akhirnya Surabaya sempat kehabisan vaksin.

“Kami juga sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk vaksinasi ini, semoga segera dikirim lebih banyak lagi,” ujarnya.

Setelah itu, ia juga menjelaskan tentang kecepatan tracing yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Bahkan, ia juga memastikan bahwa seluruh staf di Perangkat Daerah diminta untuk menjadi tracer.

“Jadi, saat ini di Surabaya sudah ada sekitar 1.000 tracer, jadi tracingnya kita masif,” imbuhnya.

Dokter Andani mengapresiasi penanganan Covid-19 di Surabaya. Dokter Andani menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Wali Kota untuk terus meningkatkan kapasitas tracing, yang harus diikuti pula oleh peningkatan tracing. Makanya, ia melihat persiapan daerah-daerah yang aglomerasi, seperti di Surabaya Raya, Malang Raya, Jakarta, Jogyakarta.

“Itu akan jadi target peningkatan tracing. Nah, peningkatan tracing itu akan ada efeknya, yaitu jumlah yang akan dites akan semakin banyak. Nah, ketika dites banyak, tentu lab dan tempat isolasinya juga harus siap, sehingga target tracing itu bisa jadi optimal,” kata Dokter Andani.

Ia juga menilai tracing di Surabaya sudah sangat bagus, apalagi Pemkot Surabaya sudah melibatkan stafnya untuk melakukan tracing. Bahkan, sudah disiapkan tracer sekitar 1000 orang, sehingga ini bisa menjangkau lebih banyak. “Katanya tadi sudah ada sekitar seribu tracer yang disiapkan, nanti kalau ada tambahan tracer kan makin bagus,” ujarnya.

Dokter Andani juga mengapresiasi tempat isolasi yang disiapkan oleh Pemkot Surabaya, mulai dari isolasi yang terpusat, ada di rumah sakit dan juga di setiap kelurahan. Artinya, sudah tidak banyak warga yang isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. “Isolasi di rumah kalau bisa dihindari, karena kontrolnya susah, baik resiko kalau dia menjadi berat, lalu resiko kalau dia pergi kemana-mana, sehingga bisa menularkan,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi kapasitas testing yang dilakukan oleh Surabaya, karena testingnya begitu masif, sehingga bisa diketahui mana yang terpapar Covid-19 atau tidak. “Tinggal bagaimana kita meningkatkan pelaporannya lagi soal testing ini,” ujarnya. (man/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Sabtu, 23 Oktober 2021
30o
Kurs