Senin, 25 Oktober 2021

Taman Bacaan Masyarakat di Surabaya Dibuka Bertahap Mulai Pekan Depan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Perpustakaan Kota Surabaya. Foto: Pemkot Surabaya

Taman bacaan masyarakat (TBM) yang tersebar di seluruh wilayah Surabaya siap dibuka bertahap dan terbatas mulai pekan depan.

Musdiq Ali Suhudi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya mengatakan, di tahap awal, ada empat TBM yang bakal dibuka.

Empat TBM di Surabaya itu akan diuji coba pembukaan mulai pekan depan setelah menjalani asesmen oleh Satgas Covid-19 Surabaya.

“Kami berencana ada 12 TBM yang diajukan uji coba untuk dibuka. Tetapi yang sudah turun asesmen baru empat TBM,” katanya seperti dilansir Antara.

Adapun empat TBM yang berencana melakukan uji coba yakni TBM RW 14 Ujung, TBM RW 3 Kebraon, TBM Rusun Tanah Merah, dan TBM RW 3 Sukolilo Baru.

“Hasil asesmen satgas itu juga kami sampaikan kepada teman-teman (petugas TBM), supaya protokol kesehatan tetap diterapkan saat pelayanan,” ujarnya.

Musdiq memastikan, TBM yang bakal beroperasi itu juga wajib menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan,

Di antaranya seperti menyediakan tempat mencuci tangan, hand sanitizer, wajib masker, dan membatasi maksimal 25 persen pengunjung TBM.

“Mereka (pengunjung) juga diberikan batasan waktu, kalau mereka baca buku sekitar 1 atau 2 jam,” ujarnya.

Selain itu, Musdiq menerangkan, setiap buku yang sudah dibaca oleh pengunjung akan dikarantina selama 1-2 hari.

Buku yang sudah dibaca itu dimasukkan ke kotak khusus yang sudah disediakan. Setelah itu, buku tersebut dijemur atau disemprot dengan disinfektan.

“Saran dari asesmen, agar menggunakan semprotan aerosol. Tapi kita tergantung juga kemampuan teman-teman (petugas TBM) di lapangan,” ujarnya.

Hingga saat ini, Dispusip Surabaya mencatat, ada 532 TBM yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pahlawan. Lokasinya ada di Balai RW, rumah susun, sampai taman-taman kota.

Musdiq menjelaskan, bahwa TBM dikembangkan di kantong-kantong pemukiman bertujuan agar akses literasi lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Untuk pembukaan TBM itu minimal juga harus ada izin atau persetujuan dari kepala wilayah setempat. Apakah itu RT/RW atau kelurahan, mereka menyetujui itu,” katanya.

Sedangkan bagi TBM yang lokasinya berada di taman kota, sementara masih belum diizinkan beroperasi. Sebab, Musdiq menyebut, operasional TBM itu menyesuaikan dengan kebijakan pembukaan taman. Ini juga berlaku bagi mobil keliling perpustakaan yang biasanya memberikan akses layanan literasi di taman-taman kota.

“Seperti TBM di Taman Flora dan Taman Ekspresi kan belum bisa buka karena tamannya juga belum dibuka. Jadi kami menyesuaikan kebijakan yang ada di sana (taman),” ujarnya.

Selain berencana membuka TBM, lanjut Musdiq, layanan literasi di dua perpustakaan induk Kota Surabaya sebelumnya telah beroperasi. Dua perpustakaan induk tersebut berada di kompleks Balai Pemuda dan Jalan Rungkut Asri Tengah atau Kantor Dispusip Kota Surabaya.

“Untuk dua perpustakaan induk juga sudah buka walaupun pelayanannya terbatas. Artinya, kalau perpustakaan selama ini bisa melakukan peminjaman buku, untuk sekarang masih belum diperbolehkan,” katanya.

Menurut dia, kebijakan ini dilakukan untuk mencegah buku yang dipinjam pemustaka terpapar Covid-19.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga mewajibkan setiap pengunjung atau pemustaka itu menjalankan protokol kesehatan ketika berada di perpustakaan.

“Jadi peminjaman buku masih belum diperbolehkan, karena kita mengantisipasi buku itu kalau dipinjam orang yang terkonfirmasi positif. Tetapi, kita tetap memberikan pelayanan literasi di perpustakaan,” katanya.(ant/iss/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Senin, 25 Oktober 2021
34o
Kurs