Jumat, 14 Mei 2021

Tangani 36 Pekerja Migran, Pemkab Gresik Siapkan Ruang Isolasi Khusus di Gejos

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Suasana kedatangan para PMI dari Asrama Haji Surabaya di Pondok Observasi dan Rehabilitasi Gelora Joko Samudro Gresik, Senin (3/5/2021). Foto: Istimewa

Sebanyak 36 orang pekerja migran Indonesia (PMI) sedang menjalani penanganan di Pondok Observasi dan Rehabilitasi Gelora Joko Samudro (Gejos), Senin (3/5/2021).

Di antara PMI yang berasal dari sejumlah daerah di Kabupaten Gresik itu, ada tujuh orang yang baru datang ke Pondok Observasi Rehabilitasi Gejos hari ini. Semuanya datang dari Malaysia.

Beberapa waktu lalu Kepala Disnakertrans Jatim menekankan, PMI yang baru pulang dari Malaysia maupun Singapura jadi fokus perhatian demi mengantisipasi masuknya virus corona mutasi baru dari India.

“Kami sudah menyediakan tempat khusus yang terpisah dari pasien lain di Gejos,” kata Budi Raharjo Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Gresik kepada suarasurabaya.net.

Budi menjelaskan, di Pondok Gejos sudah diatur sejumlah ruangan berisi sejumlah tempat tidur (bed) yang dikategorikan berdasarkan warna tingkat kerawanan. Hijau, kuning, dan merah.

Ruangan kategori hijau untuk pasien terkategori ringan yang sedang dalam masa pemulihan untuk kembali pulang. Kuning untuk pasien yang masih dalam perawatan tanpa riwayat perjalanan dari daerah rawan.

“Merah ini ruangan yang khusus untuk pasien-pasien tertentu yang memang diwaspadai. Terutama yang pernah perjalanan ke daerah atau negara dengan mutasi virus yang sedang dihindari, termasuk bagi para PMI ini,” katanya.

Suasana kedatangan para PMI dari Asrama Haji Surabaya di Pondok Observasi dan Rehabilitasi Gelora Joko Samudro Gresik, Senin (3/5/2021). Foto: Istimewa

Sebelumnya, kata Budi, ada lima orang PMI asal Gresik yang juga datang dari Malaysia tiba di Gejos. Mereka datang di pondok observasi dan rehabilitasi itu pada Minggu (2/5/2021) kemarin.

“Lima PMI dari Malaysia yang masuk tanggal 2 Mei itu sudah menjalani karantina selama dua hari di Asrama Haji Surabaya dan sudah menjalani tes Covid-19 dengan hasil negatif. Kelimanya dalam kondisi baik,” ujarnya.

Budi memastikan, seluruh PMI yang sedang menjalani perawatan isolasi di Gejos sudah melewati masa karantina dua hari di Asrama Haji Surabaya dan sudah menjalani tes Covid-19 pertama.

“Sesuai dengan skema yang dikeluarkan Pemprov Jatim, kalau sudah negatif di tes pertama akan dikirim ke daerah masing-masing. Di daerah mereka karantina lagi lima hari,” ujarnya.

Dari 36 PMI yang ada di Pondok Gejos itu, ada 11 orang di antaranya yang sudah menjalani karantina lima hari dan tes usap PCR kedua pada Minggu kemarin dengan hasil negatif Covid-19.

“Alhamdulillah, 11 orang ini sudah dinyatakan negatif sehingga rencananya akan dipulangkan ke daerah masing-masing untuk berkumpul kembali dengan keluarganya, hari ini,” kata Budi.

Lainnya, ada 13 PMI yang masuk ke Pondok Gejos pada Sabtu (1/5/2021) lalu yang juga dalam kondisi baik juga sedang menjalani karantina hingga tiga hari ke depan sembari menunggu hasil tes usap PCR kedua.(den/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Wadungasri Macet

Kecelakaan di Gunungsari

Kecelakaan di Manyar Gresik

Truk Terguling, Solar Menggenangi Jalan

Surabaya
Jumat, 14 Mei 2021
26o
Kurs