Jumat, 14 Mei 2021

Empat Orang Pekerja Migran Positif Covid-19 dari Malaysia Dirawat di RSLI Surabaya

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Rapat para petugas di RS Lapangan Indrapura Surabaya, Senin (3/5/2021). Foto: Istimewa

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Jawa Timur lewat pintu masuk Bandara Internasional Juanda terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani tes usap.

Sebagian dari mereka kini dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya. Itu sebagaimana dinyatakan Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara Kepala RSLI Surabaya.

Dia menyatakan ada empat PMI yang datang dari Malaysia dan dinyatakan positif Covid-19 sedang menjalani perawatan isolasi di rumah sakit yang dia pimpin hingga Senin (3/5/2021) ini.

Nalendra menjelaskan, tadinya 4 PMI itu berangkat terpisah dari negara tempat mereka bekerja. Seluruhnya telah menjalani tes usap di bandara asal. Saat itu, hasil tes menyatakan mereka negatif Covid-19.

Namun, saat tiba di Bandara Juanda Surabaya, keempatnya tetap dibawa ke Asrama Haji Surabaya untuk menjalani karantina selama dua hari sembari menunggu hasil tes usap ulang.

Hasil tes usap menunjukkan, keempat orang PMI itu positif Covid-19. “Setelah terkonfirmasi positif mereka langsung dikirim ke RSLI untuk segera ditangani,” kata Nalendra.

Berdasarkan data RSLI salah satu orang PMI itu yang berjenis kelamin laki-laki dikirim ke RSLI Jumat (30/4/2021) lalu. Sedangkan tiga lainnya dikirim ke RSLI pada Sabtu (1/5/2021).

Nalendra mengatakan, empat PMI Malaysia yang positif Covid-19 itu menjalani isolasi dalam ruangan khusus. Untuk pasien laki-laki, ditempatkan diruang Neptunus dan pasien perempuan di Saturnus.

Menurutnya, pemisahan itu bertujuan untuk memonitoring dan mengawasi kondisi keempat PMI itu secara ketat selama proses pemulihan dan menghindari kemungkinan penularan virus di tempat umum.

Tidak hanya menjalani perawatan isolasi, di RSLI Surabaya keempatnya juga dipastikan mendapatkan pendampingan psikologis. Karena sudah tentu mereka terkejut dengan situasi yang sedang dihadapi.

“Pemisahan ruangan ini terkait dinamika virus yang ada pada tubuhnya. Juga menjadi upaya untuk mencegah (virus) supaya tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Selain itu, tujuan pemisahan ruangan keempat pasien PMI di RSLI juga untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus Corona mutasi baru. Sampel hasil usap keempatnya segera dikirim ke Balitbangkes.

Nalendra pun menegaskan, protokol kesehatan (prokes) secara ketat masih menjadi senjata terampuh menghadapi Covid-19. Dia mengingatkan hal itu kepada masyarakat di Jatim dan di mana pun.

“Jangan sampai (virus penyebab) Covid-19 yang dibawa dari luar negeri dengan varian baru dan lebih berbahaya yang kita khawatirkan selama ini menyebar di Jawa Timur,” ujarnya.(den/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Wadungasri Macet

Kecelakaan di Gunungsari

Kecelakaan di Manyar Gresik

Truk Terguling, Solar Menggenangi Jalan

Surabaya
Jumat, 14 Mei 2021
28o
Kurs