Jumat, 3 Februari 2023

BMKG Prediksi Banjir Rob di Sebagian Jawa Berlangsung Sampai 25 Mei

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Banjir rob.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi air pasang yang menyebabkan banjir pesisir (rob) di Pantai Utara Pulau Jawa bisa berlangsung sampai tanngal 25 Mei 2022.

“Banjir pesisir mulai terjadi sejak tanggal 14 Mei 2022, potensi banjir pesisir dapat terjadi hingga 25 Mei 2022,” kata Eko Prasetyo Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG melalui keterangan tertulis, Selasa (20/5/2022).

Sedari tanggal 13 Mei 2022, BMKG sudah merilis informasi potensi banjir pesisir di beberapa wilayah Indonesia bersamaan adanya fase bulan purnama dan kondisi Perigee (Jarak terdekat bulan ke bumi).

Banjir pesisir sudah terjadi di pesisir Pantai Tegal, Wonokerto-Pekalongan, Pantai Sari-Pekalongan, Pantai Batang, Pantai Tawang Kendal.

Kondisi serupa juga terjadi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jalan Raya Genuk Semarang-Demak, Pantai Karang tengah Demak, Pantai Rembang, dan pesisir Jawa Timur.

Selain faktor curah hujan di beberapa wilayah, gelombang tinggi di Laut Jawa yang mencapai 1,25-2,5 meter juga memicu peningkatan banjir rob di wilayah tersebut.

“Ketinggian banjir pesisir berbeda di tiap wilayah. Kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” katanya.

BMKG mengimbau masyarakat menyiapkan upaya mitigasi dan adaptasi untuk mengantisipasi dampak banjir pesisir serta memperhatikan informasi mutakhir cuaca maritim dari BMKG.

Sebelumnya, Dwikorita Karnawati Kepala BMKG mengatakan, pihaknya menerapkan paradigma Preventive Maintenance dalam menjaga kualitas produk data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Langkah itu dilakukan karena BMKG tidak ingin “kecolongan” dengan kejadian bencana alam.

“Tidak hanya penambahan instrumen alat saja, namun pemeliharaan seluruh peralatan operasional juga menjadi prioritas utama BMKG, terutama yang berkaitan dengan sistem peringatan dini,” ungkapnya.(ant/iss/rid)

Berita Terkait