Kamis, 2 Februari 2023

Darurat Tawuran di Surabaya, Wali Kota Minta Warga Waspada

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya. Foto: Meilita suarasurabaya.net

Darurat tawuran remaja, Wali Kota Surabaya meminta warga lebih waspada. Sebelumnya dua aksi tawuran sempat terjadi di lokasi yang berbeda, Minggu (27/11/2022) dini hari.

Menanggapi itu, Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengaku akan memperkuat pendidikan karakter pelajar di sekolah.

Motif tawuran yang selama ini terjadi antar remaja mau pun pelajar, rata-rata menurutnya, karena persaingan. Sementara karakter anak dinilai sudah mulai kendor.

“Ada laporan (tawuran) sehingga kita bisa datang, ada mobil PMK setelah memadamkan api, kemudian ikut melerai dan bawa anak-anak ke Polrestabes Surabaya. Ini karena apa sih, karena karakter, maka dari itu pendidikan karakter harus diperkuat, jadi tidak hanya persaingan,” kata Eri, Selasa (29/11/2022).

Dia berharap semua sekolah menguatkan pendidikan karakter. Sehingga, tidak ada lagi pelajar yang terlibat tawuran.

“Sekarang penguatan kita SD-SMP. Sehingga 2024 tidak ada lagi anak sekolah masuk siang, bahkan ada yang 3 shift dan lainnya. Kalau anak-anak punya karakter bagus, pasti mencegah tawuran, dan lain-lain. Kita lupa selama ini karakter agak kendor, maka dari itu ini harus dikembalikan untuk menguatkan,” paparnya.

Dia mengaku prihatin, dua kejadian tawuran berlangsung dalam dua lokasi sekaligus di Surabaya dalam waktu hampir bersamaan.

Menurutnya, penyelesaian ini, pemerintah tidak bisa sendiri. Pun dengan petugas keamanan atau kepolisian. Eri minta partisipasi sekaligus kewaspadaan masyarakat.

“Tidak semua pelajar tawuran, hanya beberapa oknum saja. Sekuat apa pun pemerintah tidak bisa menjaga sendiri. Harus dijaga bersama antara pemerintah dengan kepolisian, bersama warga. Saya berterima kasih sama warga, ada yang gerombol-gerombol sebelum tawuran langsung telepon 112,” jelasnya.

Dia juga minta peristiwa ini tidak memukul rata seluruh pelajar atau remaja di Surabaya. Namun, warga tetap diminta waspada dengan siaga menghubungi Command Center atau 112 jika melihat sinyal gerombolan-gerombolan akan tawuran.

“Karena tidak mungkin 3 juta orang (penduduk Surabaya) merusak pelajar semua di Surabaya. Keamanan, kepolisian juga tidak bisa karena Surabaya luas, jadi ayo warga jaga bareng kompak kalau ada kumpul-kumpul (gerombolan) langsung telepon 112. Tolong, yang kelihatan mencurigakan langsung telepon aja,” tutupnya.

Sebelumnya, Minggu (27/11/2022) dini hari terjadi tawuran di dua lokasi. Pertama di Jalan Rajawali, Krembangan yang berhasil dibubarkan para petugas damkar yang konvoi usai pemadaman api. Kedua di pos security Pakuwon City, dan membuat dua orang luka serta harus dilarikan ke rumah sakit. (lta/gat/rst)

Berita Terkait