Minggu, 27 November 2022

Eri Cahyadi Memberangkatkan Pawai Bunga Surabaya Vaganza dari Siola

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Adat Jawa awali pawai bunga Surabaya Vaganza, Sabtu (28/5/2022). Foto: Meilitha suarasurabaya.net

Warga Kota Pahlawan berdiri tertib di belakang barikade yang sudah terpasang di sisi kanan serta kiri jalan, untuk menyaksikan Pawai Bunga Surabaya Vaganza sebagai rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya ke-729 yang dimulai dari depan Gedung Siola, Jalan Tunjungan.

Sekitar pukul 15. 28 WIB Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, tampak hadir di area panggung utama depan Sentra Kuliner Siola. Dalam sambutannya, Eri mengajak masyarakat untuk bangkit dari pandemi Covid-19 dan kesulitan ekonomi. Menurut Wali Kota, hal tersebut dapat dimulai dengan adanya Pawai Bunga Surabaya Vaganza.

“Dungane bismillahirrahmanirrahim, Covid-e ilang soko Surabaya (Doanya Bismillahirrahmanirrahim, Covid-19 hilang dari Surabaya),” ujar Eri dalam sambutannya yang diaminkan oleh seluruh warga Surabaya di Jalan Tunjungan.

Tidak lupa, Wali Kota meneriakan jargon yang selalu dibawanya di beberapa kesempatan.

“Suroboyooo!,” ujarnya dengan keras.

“Wani, wani, wani!,” balas seluruh masyarakat Surabaya menyahut jargon yang diteriakan Eri.

Lima menit kemudian, Eri memberangkatkan Pawai Bunga Surabaya Vaganza dengan isyarat bendera. Sontak teriakan meriah dari warga mengiringi drum corps taruna dari Poltekpel Surabaya, SMPN 1 Surabaya.

Penampilan drum corps awali rombongan pawai bunga Surabaya Vaganza, Sabtu (28/5/2022). Foto: Meilitha suarasurabaya.net

Tabuhan musik disertai koreo, turut menyita perhatian penonton untuk mengabadikan momen tersebut menggunakan ponselnya masing-masing. Selanjutnya, iring-iringan mobil jeep yang dipimpin Wali Kota Surabaya paling depan, turut menyapa ribuan penonton di pinggiran jalan rute pawai.

Rombongan terakhir, terlihat sepeda motor Patwal Polisi yang diikuti 4 orang dengan kostum budaya, mengawali 19 kendaraan pawai milik Diskominfo Kota Surabaya yang berada di posisi paling depan, diikuti kendaraan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, PT. Pelindo dan lain sebagainya yang ditutup kembali dengan drum corps dari Universitas Hang Tuah Surabaya..

Setiap kendaraan menunjukkan keunikannya masing-masing. Selain berhias penuh bunga, juga ada yang menampilkan tari-tarian, kelompok musik drum band, dan banyak hal lainnya. (lta/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Bus Terbakar di Gate Tol Menanggal arah Juanda

Ratusan Rumah Hancur Akibat Puting Beliung

Surabaya
Minggu, 27 November 2022
25o
Kurs