Rabu, 8 Februari 2023

IPW Minta Ada Tim Pencari Fakta untuk Mengusut Tragedi Kanjuruhan Malang

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Sugeng Teguh Santoso Ketua Indonesian Police Watch. Foto: instagram/sugengteguhsantoso

Sugeng Teguh Santoso Ketua Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Kapolri untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF), dalam mengusut tragedi meninggalnya ratusan penonton di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) kemarin malam.

Tim tersebut, menurut Sugeng untuk mengupas fakta-fakta terkait sebab akibat sebelum terjadinya tragedi. Khususnya alasan mengapa polisi menembakkan gas air mata kepada kerumunan penonton.

“Padahal dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada Pasal 19 huruf b disebutkan, sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa,” ucap Sugeng saat dikonfirmasi suarasurabaya.net lewat telepon, Minggu (2/10/2022).

Ketua IPW itu menuturkan ada beberapa prosedur dalam menangani kekacauan yang harus dilakukan polisi. Yang pertama adalah memperingatkan, kedua penggunaan kekuatan tangan kosong untuk melumpuhkan.

Lalu yang ketiga dilakukan penggunaan senjata termasuk gas air mata apabila polisi dalam kondisi terancam nyawanya. “Tapi ya harus dipetimbangkan lagi untuk menembak gas air mata ke penonton,” ujarnya.

Menurut Sugeng, ada beberapa unsur terkait sebab akibat yang harus diselidiki/ dalam insiden ini. Antara lain seperti jumlah pemusatan penonton berapa banyak, lalu bagaimana pengorganisasian keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Selanjutnya terkait prosedur pengamanan apakah sudah dijalankan dengan tepat atau tidak, lalu bagaiman jumlah kekuatan personil polisi dan manajemen pengamanan lokasi, serta koordinasi panitia dengan pihak pengamanan.

“Untuk sementara ini izin dari liga harus dicopot sembari melakukan evaluasi dan penyelidikan oleh tim, lalu pihak PT LIB harus ditahan dulu oleh polisi, dan Kapolres Malang harus dicopot karena dia yang bertanggung jawab dalam peristiwa ini,” pungkasnya. (wld/bil/iss)

Berita Terkait