Jumat, 3 Februari 2023

Kembangkan Digitalisasi Layanan untuk Masyarakat, PDAM Surabaya Gandeng PENS

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Selain digandeng PDAM Surabaya, PENS juga bekerjasama dengan empat lembaga pendidikan. Foto: Humas PENS

Aliridho Barakbah Ph. D., Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) tanda tangani Nota Kesepahaman dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya. Demi mengembangkan layanan terbaik bagi masyarakat.

Ke depan, kata Aliridho, PENS harus melangkah bersama dengan mitra. “Karena perkembangan yang dicapai PENS bukanlah hal instan. Itu kenapa kita tidak mungkin jalan sendiri, harus menggandeng yang lain. Kata kuncinya adalah sinergi dan kolaborasi. Itu hal penting yang harus diwujudkan,” terang Aliridho, Kamis (20/1/2022).

Menanggapi hal itu, Alfin Tyas Patria, Direktur Keuangan, PDAM Surabaya menegaskan bahwa pihaknya ingin menjadi perusahaan modern, yang satu diantara indikatornya adalah saat perusahaan itu mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dalam rangka melayani pelanggan sekaligus meningkatkan efisiensi perusahaan. “Kami menyadari jika tidak semua kompetensi kami miliki, terutama dalam hal penerapan teknologi yang terkait dengan digitalisasi, ” ujar Alfin Tyas Patria.

PDAM Surabaya, tambah Alfin sangat berharap dengan kerjasama ini, penerapan digitalisasi bukan hanya meningkatkan efisiensi, bahkan sudah sampai pada tahap komersialisasi. “Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau teknologi itu akan selalu hadir, selalu datang. Persoalannya adalah bagaimana kita merespon teknologi tersebut dengan baik dan menggunakan tools teknologi tersebut untuk meningkatkan pelayanan dan efisiensi perusahaan,” papar Alfin.

Menurut Alfin, PDAM Surabaya akan mengembangkan Automatic Meter Reading. Dengan jumlah pelanggan yang ratusan ribu, otomatis data dapat diperoleh dengan cepat tanpa harus didatangi oleh petugas pencatat meter satu persatu. Teknologi pencatatan meter memberikan info cepat ke kantor pusat melalui support teknologi IOT dan signal yang bagus. PDAM Surabaya pun dapat melakukan akurasi pencatatan meter pelanggan dengan lebih akurat, lebih terukur dan jika terdapat kerusakan atau keluhan dapat langsung segera ditangani.

“Petugas pencatat kami yang keliling di jalan itu sebenarnya penuh risiko, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 dan belum lagi faktor cuaca. Jika teknologi ini hadir, maka untuk petugas pencatat kami yang tadi keliling akan kami alokasikan untuk mensupport bidang yang lain. Sehingga di situ kita sudah dapat melakukan pemangkasan proses bisnis,” tegas Alfin.

Selain itu jika bicara tentang data, data pemakaian pelanggan yang masuk ke data PDAM Surabaya, tambah Alfin dapat diambil sewaktu-waktu, kapanpun dan jumlah berapa pun untuk mendukung proses bisnis dan layanan.

“Jadilah big data yang nilainya saat ini sangat berharga untuk mendukung analisa behavioral pelanggan kita sehingga kita dapat mengetahui trend pelanggan kita. Sehingga aktifitas pelayanan maupun komersialisasi dapat lebih terukur,” ujar Alfin.

PDAM Surabaya belum mempunyai alat seperti leak detector terhadap pipa-pipa, sementara pipa PDAM di Surabaya panjangnya mencapai 6.000 km, dan separuhnya sudah berusia di atas 25 tahun. Soal perawatan di Industri, PDAM support dengan melakukan pemilahan preventif, kuratif dan correction. Dengan adanya tindakan preventif, diharapkan semua yang bocor-bocor itu dapat diantisipasi. Dan investasi pun menuju ke arah tepat, dan lebih jauh lagi ini akan merubah pola maintenance di PDAM Surabaya.

Ditambabkan Aliridho Barakbah, Direktur PENS jika kolaborasi dengan PDAM Surabaya sebenarnya sudah berjalan beberapa tahun sebelumnya.

“Diawali project kolaborasi dengan teman-teman di lab dan Research Group di PENS. Satu di antaranya adalah pembuatan Chat bot, yang merupakan layanan PDAM, disupport oleh teman-teman di RG Knowing engineering. Ke depan kita berharap permasalahan yang ada di PDAM Surabaya secara spesifik, baik yang ada di Industri dapat dibawa ke kampus sebagai bahan untuk peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta bisa dibenamkan di kurikulum, sehingga kurikulumnya bisa industry based learning. Harapan yang ingin dicapai PENS, bahwa industri terlibat dalam pengembangan kurikulum di Pendidikan tinggi di Indonesia,” tegas Aliridho Barakbah.

Selain menggandeng PDAM Surabaya, PENS juga melaksanakan penanda tanganan MoU dengan Politeknik Enjinering Indorama Purwakarta, Fakultas Sastra Universitas Dr. Sutomo Surabaya, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Al Hakim Surabaya.(tok/ipg)

Berita Terkait