Selasa, 16 Agustus 2022

Mengenal Blind Spot Pada Kendaraan untuk Meminimalisir Kecelakaan

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Kecelakaan motor dengan truk di Bundaran Apollo, Gempol, Kabupaten Pasuruan, Selasa (21/12/2021). Foto: Istimewa

Blind spot atau titik gelap pada kendaraan adalah sisi yang tidak bisa dilihat dengan mata oleh pengemudi.

Blind spot, kata I Komang Ferry dari Darma Safety Drive mengatakan, bisa dibantu dengan adanya spion.

“Kalau mobil ada spion kanan, kiri dan tengah. Kalau motor di kiri dan kanan. Sedangkan truk itu kan tinggi, akan dibantu dengan spion dua tipe sebenarnya, cembung dan cekung,” kata Komang kepada Radio Suara Surabaya, Selasa (11/1/2022).

Blind spot pada truk ada empat sisi, yaitu sisi depan, belakang, kiri dan kanan.

Mengutip situs Sunmotor, berikut penjelasannya:

Posisi Blind Spot pada kendaraan truk. Grafis: Bram suarasurabaya.net

1. Bagian depan truk. Blind spot ini berjarak sekitar 2 meter dari bagian depan, di bagian bawah jendela utama. Sangat berbahaya bagi pengendara lain, terutama kendaraan roda dua bila berkendara terlalu dekat karena sopir tidak dapat melihatnya.

2. Bagian kiri truk. Blind spot ini berjarak tiga meter atau membentang hingga tiga lajur lalu lintas sebelah kiri. Titik ini susah dilihat oleh pengemudi karena posisi menyetir ada di sebelah kanan. Maka dari itu, biasanya seorang sopir truk memiliki kawan berkendara yang bertugas untuk memantau sekeliling mobil.

3. Bagian sisi kanan truk. Blind spot pada sisi bagian kanan ini biasanya dimulai dari samping kabin kanan dan membentang sepanjang bagian kanan truk hingga melebar tiga jalur lalu lintas sebelah kanan. Meskipun mampu dilihat cukup jelas situasi sisi kanan truk, namun terdapat beberapa titik yang merupakan blind spot pengemudi.

4. Bagian belakang truk. Blind spot ini menjadi blind spot terbesar karena terhalang oleh ruang kargo dan muatan. Maka dari itu kendaraan lain diharapkan untuk memberikan jarak apabila berkendara di belakang truk. Karena mustahil sopir dapat melihat situasi belakang truk.

Komang menambahkan, hal lain yang sering diabaikan oleh pengendara yang mendahului truk atau bus adalah turbulensi.

“Kadang kita lupa kalau truk itu ada turbulensi yang ketika menyalip (mendahului, red) di sela-sela truk. Ini berbahaya karena turbulensi seolah-olah kita kegenjot yang mendorong ke arah badan truk atau bus,” pungkasnya.(dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Selasa, 16 Agustus 2022
30o
Kurs