Minggu, 14 Agustus 2022

Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 Berakhir di Surabaya

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Tarian pembuka acara penutupan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022, Jumat (1/7/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Selama 31 hari, 147 pemuda-pemudi Laskar Rempah berlayar melakukan napak tilas jejak perdagangan rempah di Indonesia. Hari ini, Jumat (1/7/2022) pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 yang digagas oleh Kemendikbudristek berakhir di Surabaya.

Hilmar Farid Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) mengatakan, pemuda-pemudi terpilih ini mewakili 34 provinsi di Indonesia. Mereka diajak berkeliling mengarungi lautan Nusantara di 6 titik yaitu Surabaya, Makassar, Bau-Bau, Ternate, Banda Neira, Kupang, dan Surabaya menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci.

“Selain berkunjung di mana saja sumber-sumber rempah, tapi mereka juga melihat potensi wilayah-wilayah itu di masa sekarang,” kata Hilmar Farid.

Dalam pelayaran ini, terbagi menjadi 4 batch di antaranya batch Lada (Surabaya – Makassar), batch Cengkeh (Makassar – Ternate), batch Pala (Ternate-Kupang), dan batch Cendana (Kupang-Surabaya).

Hilmar Farid Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI saat doorstop bersama media di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jumat (1/7/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Dalam seremonial penutupan ini, selain Hilmar Farid, juga dihadiri Muhadjir Effendy Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI. Ia memberikan semangat langsung ke pada 35 pemuda-pemudi anggota Laskar Rempah batch Cendana yang hadir hari ini. Menurutnya Muhibah Budaya Jalur Rempah ini salah satu upaya diplomasi budaya yang penting bagi Indonesia.

“Kalau China punya Jalur Sutra, maka Indonesia punya Jalur Rempah. Ke depan, semoga Jalur Rempah ini bisa diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Ini juga sesuai dengan visi Presiden, yang ingin Indonesia kembali menjadi poros maritim dunia dengan produk-produk unggulan, rempah. Saya berharap, Muhibah Budaya Jalur Rempah selanjutnya ke arah barat, karena seluruh Nusantara punya peran penting dalam sejarah perdagangan rempah di Indonesia,” katanya saat sambutan dalam penutupan acara Muhibah Budaya Jalur Rempah di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Jumat (1/7/2022).

Begitu juga dengan Laksamana Muda TNI TSNB Hutabarat, Panglima Koarmada II turut menyambut kedatangan rombongan Laskar Rempah yang datang menggunakan KRI Dewaruci. Dalam sambutannya, juga menyampaikan kebanggaannya berkesempatan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kapal Dewaruci ini dibuat di Jerman 1952. Sebelumnya diutamakan untuk membina mental dan kerja sama sebagai pelaut bagi para taruna. Kali ini turut menyukseskan pelayaran Jalur Rempah,” katanya.

Sekitar pukul 15.30 WIB KRI Dewaruci sandar di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya. Mereka membawa rombongan Laskar Rempah batch terakhir, Cendana. 35 Anggota Laskar Rempah langsung disambut oleh Pangkoarmada II, Menko PMK, dan Kemendikbudristek. (lta/iss)

Bagikan
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Minggu, 14 Agustus 2022
31o
Kurs