Jumat, 3 Februari 2023

Mulai November, SD dan SMP di Surabaya Terapkan 2 Jam Pendidikan Karakter

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Eri Cahyadi di hadapan 883 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) SD dan SMP Negeri di Gedung Convention Hall kota Surabaya, Selasa (4/10/2022) kemarin. Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Mulai bulan November 2022 mendatang, seluruh SD dan SMP di Kota Surabaya akan menerapkan dua jam pendidikan karakter. Itu dilakukan demi membentuk karakter siswa.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyampaikan pembentukan karakter siswa itu bisa melalui pembenahan pola pembelajaran. Menurutnya, para siswa saat ini mudah jenuh selama proses pembelajaran. Maka, perlu adanya pembenahan kurikulum pengajaran yang tetap berdasarkan aturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI, yakni soal minimal waktu belajar dalam satu hari.

“Dihitung benar berapa sehari (jam belajar) yang ditentukan oleh Kemendikbudristek. Satu hari minimal berapa jam, kalau jam 12.00 WIB sudah terpenuhi, maka selesaikan pembelajaran pada jam 12.00 WIB. Tapi ketika pukul 12.00 WIB sampai 14.00 WIB, bentuklah karakter siswa,” terang Eri.

Eri menambahkan, kepandaian seorang siswa harus diimbangi dengan karakter kuat. Sekolah wajib menyediakan kegiatan yang berlandaskan untuk pembentukan karakter para siswa, seperti melalui kegiatan seni dan keagamaan.

“Jadikan anak-anak itu memiliki mental baja, agar ketika menghadapi dunia nyata, dia memiliki kemampuan luar biasa. Tujuannya adalah mencerdaskan anak-anak untuk menjadi pemimpin bangsa,” ungkapnya.

Termasuk, kata dia, siswa juga harus bisa menghormati orang tua dan para guru di sekolah. “Saya sedih ketika ada anak didik yang menjadi anak hebat, tetapi lupa pada gurunya. Padahal salah satu orang tua kita adalah guru. Saya minta para guru mengajarkan anak-anak untuk mencium tangan, itulah yang saya maksud dengan pembentukan karakter,” jelasnya.

Pembebanan kurikulum pembelajaran ini, juga diharapkan agar siswa-siswi Kota Surabaya bisa saling bersosialisasi dan berani mengemukakan pendapat.

“Berjalan pada bulan depan (November 2022). Setelah dihitung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya, ternyata memang cukup sampai jam 12.00 WIB itu boleh.  Berarti jam 12.00 WIB ke atas untuk pembentukan karakter. Karena saya tidak mau anak-anak surabaya menjadi menjadi individual,” katanya.

Pesan itu sekaligus disampaikannya pada 883 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) SD dan SMP Negeri di Gedung Convention Hall kota Surabaya, Selasa (4/10/2022).

“Alhamdulillah guru-guru ini sudah diangkat menjadi PPPK, maka ada hasil, gaji, dan juga tunjangan yang kita berikan. Karena itu saya sampaikan bahwa mereka adalah orang – orang yang bisa menciptakan pemimpin yang memiliki akhlakul karimah,” katanya.

Sementara itu, Yusuf Masruh Kadispendik Kota Surabaya mengatakan, selama dua jam kegiatan pembentukan karakter siswa tersebut para siswa diharapkan akan merasa bahagia selama berada di sekolah. Sekaligus, sebagai implementasi kurikulum Merdeka Belajar.

“Maka kita harus merubah pola dengan memberikan jam khusus, kami tengah menyiapkan dari ekstrakulikuler di setiap sekolah. Kita rombak pola untuk kita efektifkan jam pembelajaran,” pungkasnya. (lta/bil/ipg)

Berita Terkait