Jumat, 9 Desember 2022

Pemerintah Mempercepat Vaksinasi Covid-19 Supaya Ramadan dan Idulfitri Tahun Ini Lebih ‘Longgar’

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi Vaksin Booster Lansia. Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Umat Islam di Tanah Air sudah melewati dua kali Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri dalam keterbatasan terhitung dari tahun 2020, karena wabah Covid-19.

Seiring makin terkendalinya penyebaran Virus Corona, pembatasan kegiatan yang diberlakukan pemerintah pada bulan puasa dan lebaran tahun ini kemungkinan lebih longgar, bahkan mendekati kondisi normal seperti sebelum pandemi.

Luhut Binsar Pandjaitan Koordinator PPKM Jawa-Bali mengatakan, pemerintah berharap masyarakat khususnya Umat Islam bisa beribadah Ramadan dan Idulfitri lebih bebas daripada tahun-tahun sebelumnya.

“Karena ini sudah menjelang Bulan Ramadan, dan nanti juga Lebaran. Kami berharap, kita akan lebih bebas nanti dalam Bulan Ramadan,” ujarnya dalam keterangan pers virtual, Senin (14/3/2022).

Luhut bilang pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat akan diterapkan bertahap, dengan sejumlah ketentuan. Salah satunya, percepatan program vaksinasi Covid-19.

Menurutnya, beberapa negara seperti Arab Saudi dan Malaysia sekarang sudah mulai proses transisi dari pandemi ke endemi.

Capaian vaksinasi dosis lengkap dan booster dua negara tersebut, kata Luhut, sudah tinggi persentasenya. Bahkan, lebih tinggi dibandingkan capaian vaksinasi di Indonesia.

Supaya target segera tercapai, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi mendorong masyarakat lanjut usia dan yang punya penyakit bawaan (komorbid) bersedia vaksinasi booster.

“Sehingga nanti kita bisa semua saudara yang melaksanakan ibadah puasa lebih bebas nanti melakukannya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Luhut mengimbau masyarakat jangan pilih-pilih merek vaksin booster. Dia bilang, semua merek vaksin yang sudah mendapat izin penggunaan darurat efektif memperkuat antibodi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, per hari Senin (14/3/2022), 193,4 juta orang (92,9 persen) dari target 208,2 juta Penduduk Indonesia sudah menerima vaksin dosis pertama.

Sementara, ada 151,3 juta orang (sekitar 72,7 persen) yang tercatat sudah mendapat dua dosis suntikan vaksin Covid-19.

Sedangkan penerima vaksin dosis ketiga (booster) baru sebanyak 14,7 juta orang atau sekitar tujuh persen.(rid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 9 Desember 2022
30o
Kurs