Rabu, 6 Juli 2022

PKK Kota Surabaya Berikan Pendampingan Remaja Disabilitas Korban Kekerasan Seksual

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Rini Indriyani mengunjungi korban, Kamis (23/6/2022). Foto : Diskominfo Kota Surabaya

Rini Indriyani Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya memberikan pendampingan dan bantuan kepada seorang remaja disabilitas tuna rungu di kawasan Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya, yang mengalami kekerasan seksual.

Dia mengatakan, proses pendampingan sudah mulai berjalan. Kemudian, pihaknya sedang memproses pengalihan data administrasi kependudukan (adminduk) korban yang berbeda dengan ibunya.

“Ibunya KTP Surabaya, tetapi korban KTP Jember. Padahal, sudah dari kecil tinggal di Surabaya. Saat ini kami sedang proses pemindahan data administrasi,” ujarnya usai mengunjungi korban, Kamis (23/6/2022) malam.

Terkait pendampingan psikologis, lanjut Rini, pemulihan trauma akan terus dilakukan sampai korban bebas dari rasa trauma.

Kemudian, dia meminta jajarannya mengirimkan akomodasi transportasi untuk memudahkan korban menuju lokasi pendampingan psikologis milik Pemkot Surabaya.

“Secara psikologis kami tidak mengetahui trauma yang dialami. Makanya pendampingan dilakukan di fasilitas milik Pemkot Surabaya untuk membuat korban nyaman, dengan tetap didampingi oleh keluarga,” jelasnya.

Di samping pendampingan pemulihan psikologis, korban juga akan mendapat bantuan bidang pendidikan. Sebab, diketahui korban tidak pernah mendapatkan pendidikan formal sejak usia dini.

“Setelah pemulihan psikologi, nanti akan diikutkan pendidikan kejar paket. Lalu, akan diberikan alat bantu dengar karena korban tidak bisa mendengar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rini mengaku kagum dengan ketegaran hati dan semangat korban. Apalagi, waktu dikunjungi perwakilan Pemkot Surabaya, korban sempat menolak beberapa bantuan yang diberikan.

“Tadi saat saya menyerahkan bantuan, dia sempat menolak. Dia mengira bahwa saya adalah keluarga dari terduga pelaku. Namun, setelah mendapat penjelasan dari Pak RT, akhirnya dia mau menerima,” ungkapnya.

Di sisi lain, Rini mengapresiasi warga kampung yang gotong royong membantu keluarga korban. Dia berharap, seluruh warga Kota Pahlawan bisa mencontoh rasa gotong-royong di Kecamatan Tambaksari Surabaya, yang peduli dengan kehidupan bertetangga.

“Melihat tetangga dalam kesusahan dan membutuhkan bantuan, mereka langsung bergerak. Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seperti ini di Surabaya,” harapnya.

Di lokasi yang sama, Anna Fajriatin Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya menjelaskan kasus yang menimpa remaja disabilitas tersebut sudah dilaporkan ke Polrestabes Kota Surabaya.

“Polrestabes Kota Surabaya akan berkirim surat ke Dinsos untuk membuatkan laporan psikososialnya. Ini juga membantu kami untuk mengajukan pendampingan langsung kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia (RI),” ucapnya.

Pendampingan langsung dari Kemensos RI tersebut, berupa program pendampingan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos). Karena, dalam hal ini Kemensos RI menjadi penanggung jawab pelaksanaan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA), yang turut memperkuat kondisi dan keadaan korban.

“Sakti Peksos akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Kemensos RI, yang juga diakui keabsahannya oleh Polri. Yakni untuk membuatkan pendampingan, baik di tingkat pengadilan maupun kejaksaan,” terang dia.

Walau begitu, Anna bilang Dinsos Kota Surabaya akan selalu terbuka untuk memberikan bantuan lewat pelatihan ketrampilan di UPTD Liponsos Kalijudan Kota Surabaya.

Menurutnya, sambil menunggu proses pendidikan kejar paket, korban juga bisa ikut belajar keterampilan bersama komunitas disabilitas.

“Selain memberikan alat bantu dengar dan psikologis korban sudah pulih, kami sangat terbuka jika korban ingin bergabung untuk mengikuti pelatihan. Seperti melukis atau membatik,” tandasnya.(man/rid)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
27o
Kurs